• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Pendidikan E-Commerce Untuk UKM dan Koperasi

Awal April 2018, Pemerintah merilis arah strategi industri nasional, khususnya menghadapi fase Revolusi Industri 4.0 yakni fokus sektor industri makanan dan minuman, elektronik, otomotif, tekstil, dan kimia serta ’10 Bali Baru’-- pekerjaan tangan, kerajinan tangan, industri kreatif dan wisata. “Arahnya sudah jelas seperti itu,” papar Presiden RI Joko Widodo pada Pembukaan Indonesia Industrial Summit Tahun 2018 dan Peluncuran “Making Indonesia 4.0” di Cendrawasih Hall, Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat, Rabu pagi (4/4/2018).

Menurut Dr. C. Teguh Dalyono, M.S., dosen Pendidikan Ekonomi pada FKIP Universitas Sanata Dharma (Yogyakarta), revolusi teknologi komunikasi dan informasi akhir-akhir ini melahirkan ekosistem, lansekap dan pelung-peluang usaha baru berbasis kreasi dan inovasi; sejak abad 18 di Eropa, revolusi energi dan revolusi industri selalu dipicu oleh inovasi dan kreasi berbasis revolusi sains dan teknologi; awal abad 21, generasi milenial dapat memanfaatkan peluang menciptakan nilai-nilai ekonomi melalui kemajuan teknologi komunikasi dan informasi.

“Pada skala nasional atau ekonomi makro, sumbangan ekonomi kreatif kepada perekonomian Negara RI semakin signifikan. Juga semakin terbuka peluang lahir dan berkembangnya wirausaha-wirausaha baru yang memanfaatkan peluang kemajuan teknologi komunikasi dan informasi akhir-akhir ini. Generasi milenial harus dapat menangkap dan memanfaatkan peluang ini melalui usaha-usaha rintisan (start-up) berbasis teknologi komunikasi dan informasi atau cara berusaha dan  bertransaksi lewat jaringan teknologi (e-commerce). Apalagi konsumen semakin terbiasa dengan cara berbisnis dan bertransaksi melalui jaringan teknologi,” papar Dr. C. Teguh Dalyono, M.S, alumnus S-3 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung (Jawa Barat), kepada Staging-Point.Com, Rabu (2/5/2018) di Gedung FKIP Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Perubahan landscape ekonomi Negara RI akhir-akhir ini, menurut Presiden RI Joko Widodo, membuka tiga peluang ekonomi bagi wirausaha pemula seperti usaha resto, usaha kerajinan hand-made, dan start-up aplikasi-aplikasi sistem IT (information technology). “Saya melihat restoran warung makan yang memiliki, saya baca memiliki 64 cabang di mana-mana. Ini sebuah ekonomi masa depan,” papar Presiden RI Joko Widodo pada Rapat Pimpinan Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Tangerang, Banten, Rabu (7/3/2018) (Setkab RI, 7/3/2018).

Presiden RI Joko Widodo melihat juga peluang aplikasi-aplikasi sistem IT dan kerajinan hand-made. “Bila anak-anak muda ini mau menggeluti bisnis yang berkaitan dengan e-commerce, online, dan lain lain. Karena di sinilah sebetulnya ada sisi keuntungannya juga sangat besar dan yang kedua, juga membantu masyarakat dalam rangka lebih efisien lagi yaitu di socio-entrepreneur...Saya kemarin melihat seperti misalnya jaket yang dikerjakan secara handmade, dilukis secara handmade. Saya kira, itu pasar yang sangat besar, apabila bisa me-marketing-i merupakan jumlah yang besar keluar,” papar Presiden RI Joko Widodo (Setkab RI, 7/2/2018).

Pengembangan usaha rintisan (start-up) e-commerce, bisnis online, dan sejenisnya, menurut Dr. C. Teguh Dalyono, M.S, mensyaratkan 2 (dua) hal pokok yakni pendidikan teknologi digital sejak dini dan pelatihan usaha rintisan, koperasi, dan UKM berbasis teknologi komunikasi-informasi.

“Upaya menangkap dan mengelola peluang usaha baru berbasis teknologi komunikasi dan informasi mensyaratkan adanya program-program pendidikan khusus sejak dini. Sasaran dan manfaatnya yaitu pertama, adanya penyesuaian pola pikir dan mentalitas terhadap proses produksi dan usaha berbasis teknologi ini; teknologi komunikasi dan informasi misalnya menciptakan perbuatan-perbuatan hukum baru, menciptakan peluang usaha baru dan mensyaratkan pola pikir kreatif dan kritis, kecepatan, dan ketepatan; Sehingga alat dan sarananya bisa saja sama, tetapi pembedanya ialah kreasi dan inovasi; kedua, perlunya pendidikan e-commerce agar teknologi baru komunikasi dan informasi tidak hanya dipakai sebagai media-sosial atau sosmed; perlu ada pendidikan atau pelatihan agar teknologi baru itu juga digunakan untuk menghasilkan nilai sosial-ekonomi dan nilai-nilai bagi lingkungan. Maka pendidikan e-commerce dapat diterapkan pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) berbasis usaha rintisan dan koperasi,” ungkap Dr. C. Teguh Dalyono, M.S, penulis disertasi Tingkat Modernitas Generasi Muda Kota.

Oleh Heri Jani (Yogyakarta)

Penerbit


Dollar AS vs Xi-Diplomacy

Perang dollar AS vs Xi-Diplomacy belum memicu ke arah resesi global (lihat grafik). Bagi Rakyat dan Pemerintah Negara RI, pilihannya ialah kemitraan atau kerjasama melahirkan tata tertib dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, keadilan serta ramah lingkungan. Ini amanat Pembukaan UUD 1945. Ini pula peluang dan tantangan bagi Negara RI yang kini menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB hingga tahun 2021. ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita