• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Rawat Bhinneka Tunggal Ika: Pendidikan Pancasila & Keadilan Sosial

Jumat pagi (1/6/2018) di Halaman Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri (Jakarta Pusat), Presiden RI Joko Widodo merilis pernyataan-kebijakan Pemerintah tentang dasar Negara RI Pancasila. “Pancasila berperan sebagai Falsafah dan Dasar Negara yang kokoh, yang menjadi pondasi dibangunnya Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” papar Presiden RI Joko Widodo pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, di Halaman Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri (Jakarta), Jumat(1/6/2018) (Setkab RI, 1/6/2018).

Pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jl. Taman Pejambon, Jakarta, Kamis pagi (1/6/2017), Presiden RI Joko Widodo merilis dasar dan arah kebijakan Pemerintah RI berdasar Pancasila dan UUD 1945.

“Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus kembali ke jati diri kita sebagai bangsa yang santun yang berjiwa gotong royong dan toleran. Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus menjadikan lndonesia Bangsa yang adil, Bangsa yang makmur, dan bermartabat di mata internasional... Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi dan gerakan yang Anti-Pancasila, yang Anti-UUD 1945, yang Anti-NKRl, dan yang Anti-Bhinneka Tunggal Ika. Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap paham dan gerakan Komunisme yang jelas-jelas sudah dilarang di bumi lndonesia,” papar Presiden RI Joko Widodo pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, di halaman Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jl. Taman Pejambon, Jakarta, Kamis pagi (1/6/2017).

Menurut Dr. Agustinus Setyo Wibowo, dosen Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara (Jakarta), bahwa pemerintahan Presiden RI Joko Widodo berupaya merawat Bhinneka Tunggal lka—714 suku, 1.100 bahasa daerah, 287 juta penduduk yang tersebar di 17 ribu lebih pulau Negara RI—melalui program infrastruktur di seluruh Negara RI, upaya melawan hoax, dan pemerataan pembangunan di seluruh Negara RI.

“Saya melihat, dasar dan arah kebijakan Presiden Joko Widodo memperlihatkan wujud nyata dari upaya merawat Bhinneka Tunggal Ika Negara-Bangsa RI, misalnya, pertama, program pembangunan infrastruktur merata di seluruh Negara RI untuk mewujudkan keadilan dan persatuan-kesatuan serta pemerataan kesempatan dan akses pendidikan di seluruh Negara RI; kedua, program pemberdayaan dan infrastruktur wilayah-wilayah perbatasan; ketiga, upaya Pemerintah melawan radikalisme dan terorisme; keempat, upaya dan program Pemerintah melawan hoax,” papar Dr. Agustinus Setyo Wibowo, alumnus S3 dari Universitas Paris-1 Pantheon, Sorborne (Prancis) tahun 2007, kepada Staging-Point.Com, Jumat (18/5/2018) di Kedai Tempo, JL Utan Kayu Raya 68H (Jakarta).

Pada 31 Mei 2018, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menandatangani Surat Edaran (SE) Nomor: K.26-30/V.t2-2/99 mengenai Pencegahan Potensi Gangguan Ketertiban dalam Pelaksanaan Tugas dan Fungsi PNS (Pegawai Negeri Sipil) untuk menjaga situasi dan kondisi yang tertib dalam pelaksanan tugas Pegawai Negeri Sipil, antara lain upaya pencegahan penyebar-luasan ujaran kebencian (Setkab RI, 31/5/2018).

Pada Selasa pagi (26/9/2017) di Peninsula Island, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, sekitar 3.000 rektor dan direktur perguruan tinggi se-Indonesia yang dipimpin Rektor IAIN Palu, H. Zainal Abidin, M.Ag, dan Rektor Universitas Mahendratta Bali, Dr. Putri Anggraeni, S.E., M.Pd, membacakan pernyataan Deklarasi Kebangsaan Perguruan Tinggi se-Indonesia Melawan Radikalisme (Setkab RI, 26/9/2017).

Keroposnya Pendidikan Pancasila, menurut Dr. Agustinus Setyo Wibowo, memicu rapuhnya penghayatan dan pengalaman Pancasila sebagai Dasar Negara RI yang berkedaulatan Rakyat sesuai amanat alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945. “Maraknnya radikalisme dan terorisme yang dapat memecah-belah Bhinneka Tunggal Ika, justru karena penghayatan dan pengalaman terhadap Pancasila semakin merosot. Terutama sejak Reformasi 1998, Pendidikan Pancasila mulai keropos. Karena itu, Pendidikan Pancasila sejak usia dini dan program-program mewujudkan Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia, sangat penting dan urgen untuk merawat Bhinneka Tunggal Ika Negara-Bangsa RI kini dan ke depan,” papar Dr. Agustinus Setyo Wibowo, alumnus S2 dari Universitas Paris-1 Pantheon, Sorborne (Prancis)  pada tahun 2000. 

Oleh Marselina Primadista Rere (Jakarta)

Penerbit


Dollar AS vs Xi-Diplomacy

Perang dollar AS vs Xi-Diplomacy belum memicu ke arah resesi global (lihat grafik). Bagi Rakyat dan Pemerintah Negara RI, pilihannya ialah kemitraan atau kerjasama melahirkan tata tertib dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, keadilan serta ramah lingkungan. Ini amanat Pembukaan UUD 1945. Ini pula peluang dan tantangan bagi Negara RI yang kini menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB hingga tahun 2021. ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita