• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Empat Sektor Strategis SDM Dalam APBN

Pada Sidang Kabinet Paripurna tentang Ketersediaan Anggaran dan Pagu Indikatif serta Prioritas Nasional Tahun 2019, Senin (9/4/2018) di Istana Negara (Jakarta), Presiden RI Joko Widodo, yang didampingi oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, merilis dasar dan arah strategi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2019. “APBN itu hanya memiliki kontribusi kurang lebih sekitar lima belas persen dari angka PDB (Produk Domestik Bruto, red). Ini supaya kita tahu semuanya. Oleh karena itu, alokasi anggaran APBN ini harus betul-betul fokus dan diprioritaskan untuk hal-hal yang strategis. Kalau enggak strategis, enggak usah,” papar Presiden RI Joko Widodo (Setkab RI, 9/4/2018).

Arah alokasi APBN 2019, menurut Presiden RI Joko Widodo, yaitu investasi sumber daya manusia (SDM). “Saya juga ingin mengarahkan agar kita masuk, setelah tahapan besar yang pertama yaitu infrastruktur, kita masuk ke tahapan besar yang kedua, yaitu investasi di bidang sumber daya manusia. Yang kita siapkan tahun ini programnya dan tahun depan betul-betul masuk ke dalam sebuah kegiatan besar. Sehingga politik alokasi anggaran APBN 2019 juga betul-betul mengarah ke sana, betul-betul nampak untuk mendukung, menopang peningkatan sumber daya manusia,” papar Presiden RI Joko Widodo (Setkab RI, 9/4/2018).

Menurut  Dr. Willy Arafah, MM. DBA, alumnus S-3 dari San Beda Graduate School of  Business, Manila  (Filipina) dan S-3 Managemen Pendidikan dan Strategi Manajemen dari Universitas Negeri (Jakarta) bahwa hal-hal strategis dan prioritas politik alokasi APBN ialah mewujudkan amanat UUD 1945 antara lain memajukan kesejahteran Rakyat, mencerdaskan kehidupan Bangsa, dan perlindungan segenap Bangsa dan seluruh tumpah darah melalui alokasi APBN pada program konkrit bidang pendidikan, kesehatan, peningkatan taraf hidup Rakyat, dan pengentasan kemiskinan yang didukung oleh sektor infrastruktur.

“Ada 4 sektor strategis dan prioritas alokasi APBN bidang SDM yaitu pengentasan kemiskinan, peningkatan taraf hidup Rakyat, pendidikan dan kesehatan. Keempat bidang ini berkaitan langsung dengan investasi di bidang SDM. Maka pembangunan infrastruktur harus dapat mendukung keempat faktor ini, seperti infrastruktur pendidikan, fasilitas kesehatan dan fasilitas umum lainnya,” papar Dr. Willy Arafah, MM. DBA kepada Staging-Point.Com, Jumat (25/5/2018) di Gedung D lantai 7 Universitas Trisakti  (Jakarta).

Pasal 34 UUD 1945 menyatakan tanggung jawab Negara memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar, menyediakan fasilitas kesehatan dan fasilitas pelayanan umum. Pasal 23 ayat (1) UUD 1945 menetapkan pengelolaan keuangan Negara (APBN) secara  dan terbuka untuk “sebesar-besarnya kemakmuran Rakyat”. Pasal 31 ayat (4) UUD 1945 menetapkan 20% APBN dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah untuk pendidikan.

Untuk mewujudkan amanat UUD 1945 tentang APBN tersebut di atas, menurut Dr. Willy Arafah, MM. DBA, dosen capital efficiency,  human resources, dan Sustainable Development di Universitas Trisakti (Jakarta), alokasi APBN perlu melayani kebutuhan pokok-langsung dari Rakyat di bidang pendidikan, jaminan kesehatan, fasilitas umum, dan pengentasan kemiskinan.

“Alokasi APBN harus fokus pada program-program pelayanan hak-hak dasar Rakyat dan pemberdayaan langsung Rakyat, seperti jaminan kesehatan, pendidikan, bantuan bagi fakir miskin, anak-anak terlantar, dan lain-lain yang langsung dan berguna bagi kesejahteraan, kecerdasan, dan perlindungan Rakyat serta seluruh tumpah darah Indonesia dan sehat lestarinya ekosistem Negara,” ungkap Dr. Willy Arafah.

Pada Sidang Kabinet Paripurna Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2019, Senin (12/02/2018),  di Istana Negara,  Presiden RI Joko Widodo yang didampingi oleh Wapres RI Jusuf Kalla, merilis arah Rencana Kerja Pemerintah 2019. “Tahapan kedua setelah pembangunan infrastruktur di kerja besar kita adalah pembangunan sumber daya manusia. Kementerian-kementerian harus mulai merancang apa yang akan dikerjakan dalam kerja besar pembangunan sumber daya manusia,” papar Presiden Joko Widodo (PresidenRI.go.id, 12/2/2018).

Dr. Willy Arafah melihat bahwa sektor strategis investasi bidang SDM ialah pendidikan, kesehatan, peningkatan taraf hidup Rakyat, dan pengentasan kemiskinan. “Struktur APBN sudah terbagi dalam program kementerian-kementerian. Maka optimalkan alokasi APBN pada sektor strategis SDM yaitu pendidikan, kesehatan, peningkatan taraf hidup Rakyat, dan pengentasan kemiskinan yang didukung oleh infrastruktur,” ungkap Dr. Willy Arafah.

Oleh Ainun Sri Mulyani (Jakarta)

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita