• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Kurikulum SDM Wujudkan Cita-Cita dan Dasar Negara RI

Pada Rapat Terbatas (Ratas) Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, Kamis siang (15/3/2018) di Kantor Presiden (Jakarta), Presiden RI Joko Widodo yang didampingi oleh Wapres RI Jusuf Kalla, merilis 3 (tiga) arah investasi SDM Negara RI.

“Kita ingin yang berkaitan dengan pendidikan kepada anak-anak kita dari anak usia dini di PAUD, yang dalam tumbuh kembangnya perlu sebuah pembentukan karakter bagi anak,” papar Presiden RI Joko Widodo pada Pengantar Ratas itu. Sektor ke-2 strategi investasi SDM melalui APBN ialah vocational school, vocational training, politeknik, link and match industri dan SMK-SMK melalui leading sector kementerian Perindustrian dan Kementerian Tenaga Kerja; sektor ke-3, peningkatan tenaga-tenaga kerja SDM RI melalui Kementerian Dikti, Kemendikbud dan Kementerian Agama (pesantren). (Setkab RI, 15/3/2018).

Menurut Dr. Mbula Darmin Vinsensius OFM, pakar Manajemen Pendidikan di Jakarta, arah strategi investasi SDM Negara RI dari Pemerintahan Presiden RI Joko Widodo dan Wapres RI Jusuf Kalla, sudah tepat yakni investasi pengetahuan dan keahlian kreatif-produktif serta pembentukan SDM berkarakter dari Bangsa dan Negara RI sejak awal abad 21.

“Saya melihat, arah strategi investasi SDM Negara RI Pemerintah saat ini sudah tepat yakni menghasilkan SDM Negara dan Bangsa-Indonesia yang cerdas dan berkarakter. Simpulnya dimulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga perguruan tinggi, sehingga peningkatan kualitas SDM Negara kita, diharapkan dapat mengelola sumber daya alam (SDM) secara adil, beradab, dan hikmat-bijaksana,” papar Dr. Mbula D.V. kepada Staging-Point.Com, Kamis (31/5/2018) di JPIC OFM Indonesia (Jakarta).

Desain kurikulum menjabarkan strategi SDM Negara RI, menurut Dr. Mbula DV, harus mewujudkan cita-cita kemerdekaan Bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. “Desain kurikulum strategi investasi SDM Negara RI adalah pelaksanaan tugas Pemerintah menurut UUD 1945 yaitu memajukan Kesejahteraan Umum, mencerdaskan Kehidupan Bangsa, melindungi segenap Bangsa dan seluruh Tumpah-Darah Indonesia dan ikut serta menciptakan tata-dunia merdeka berdasar perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dasarnya ialah Pancasila. Maka desain kurikulum harus konsisten menjabarkan UUD 1945,” ujar Dr. Mbula DV, penulis disertasi Kebijakan Globalisasi dan Internasionalisasi Pendidikan di Indonesia.

Kamis sore (15/2/2018) pada Konferensi Forum Rektor Indonesia  2018 di Universitas Hasanuddin (Makassar), Presiden RI Joko Widodo merilis arahan Pemerintah tentang  investasi SDM RI. “Terobosan-terobosan besar harus kita lakukan di bidang pengembangan sumber daya manusia, terutama di bidang pendidikan, lebih spesifik lagi, dalam pendidikan tinggi. Terobosan di bidang pendidikan harus lebih signifikan dibanding dengan terobosan di bidang infrastruktur,” papar Presiden RI Joko Widodo (Setkab RI, 15/2/2018).

Dr. Mbula DV menyebut contoh pilihan terobosan pendidikan. Strategi investasi SDM Bangsa dan Negara RI sebaiknya jangan semata-mata bertujuan menciptakan SDM berdaya saing yang diukur dari indikator ekonomi dan penguasaan teknologi, tetapi pencapaian pembangunan manusia seutuhnya, jiwa dan raganya berbasis nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi Bangsa kita, Dasar Negara RI yang berkedaulatan Rakyat, dan Falsafah Negara RI.

“Saat ini, pendidikan karakter mulai dibangun oleh Pemerintah. Pembentukan karakter SDM Bangsa Indonesia itu perlu dimulai dari akar sejarah dan budaya Bangsa melalui desain dalam kurikulum untuk mewujudkan cita-cita Kemerdekaan Bangsa kita, bukan semata-mata menghasilkan SDM berdaya saing dan target lulus ujian. Pendidikan karakter mesti berbasis nilai-nilai Pancasila guna mewujudkan keadilan sosial, persatuan, peradaban, musyawarah, mufakat, hikmat-bijaksana, dan penguatan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ini adalah inti jati diri dan karakter kita sebagai Bangsa,” ungkap Dr. Mbula DV.

Dr. Mbula DV melihat masa depan umat manusia, termasuk masa depan Bangsa dan Negara RI, tidak hanya terletak teknologi. “Masa depan umat manusia,  peradaban dan lingkungan hidupnya, tidak hanya terletak pada penguasaan teknologi, tetapi karakter berbasis nilai kekeluargaan (oikos), etos, dan etnos selain teknos, yang berbasis kearifan dan intelektual lokal yang sudah hidup ratusan atau ribuan tahun di bumi Nusantara pada lebih dari 740 suku dan 1.100 bahasa daerah, tersebar di 17 ribu pulau Negara RI. Itu semua sudah terkandung dalam nilai-nilai universal Pancasila,” papar Dr. Mbula DV. 

Oleh: Marianus (Jakarta)

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita