• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Turunkan Stunting: Intervensi Gizi Pada Ibu-Ibu Hamil

Kamis (5/4/2018) di Kantor Presiden (Jakarta), Presiden RI Joko Widodo yang didampingi oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, memimpin Rapat Terbatas tentang Penurunan Stunting. “Stunting atau gagal tumbuh merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, ancaman terhadap kemampuan daya saing Bangsa,” papar Presiden RI Joko Widodo (Setkab RI, 5/4/2018).

Ratas Penurunan Stunting itu dihadiri oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana S. Yembise, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Desa dan PDDT Eko Sandjojo, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya (Setkab RI, 5/4/2018).

Menurut Prof. Dr. Ir. Florentinus Gregorius Winarno, Master of Science (MSc) tahun 1968 dan Doctor of Philosophy (Ph.D) tahun 1970 bidang ilmu pangan dan teknologi pada University Massachusetts (Amerika Serikat), selama 45 tahun terakhir, sejak Workshop on Food LIPI- NAS dan National Academy of Science, stunting (gagal tumbuh) selalu tinggi di Negara RI; jika dihitung sejak 45 tahun silam, sekitar 36% penambahan penduduk (orang dewasa dan tua) berasal dari anak stunting di Negara RI.

“Jumlah stunting di Negara RI termasuk sangat tinggi. Selama 45 tahun terakhir, sejak Workshop on Food LIPI- NAS + National Academy of Science, stunting (gagal tumbuh) selalu tinggi di Negara RI; jika dihitung sejak 45 tahun silam, sekitar 36% penambahan penduduk (orang dewasa dan tua) berasal dari anak stunting di Negara RI. Karena itu, sebelum melakukan gerakan-gerakan besar, perlu dicermati bahwa tahun 2018, Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) adalah ke-11, seharusnya setiap 4 tahun sekali. Kita perlu mengevaluasi WNPG untuk memilih kelanjutan program yang berhasil dan mengganti program lama yang kurang berhasil,” papar Prof. Dr. Ir. Florentinus Gregorius Winarno, Ketua Komisi Ilmu Rekayasa Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (2003-2018), kepada Staging-Point.Com, Minggu (8/7/2018) melalui e-mail.

Pada Ratas Penurunan Stunting di Kantor Presiden (Jakarta), Kamis (5/4/2018), Presiden RI Joko Widodo merilis arah rencana kebijakan penurunan stunting melalui pola makan, pola asuh, hingga sanitasi pada level keluarga khususnya pada 100 Kabupaten di Negara RI.  “Saya juga ingin menekankan bahwa upaya penurunan angka stunting adalah kerja bersama yang harus melibatkan semua elemen masyarakat, terutama ibu-ibu PKK dan juga perlu pengaktifan kembali secara maksimal fungsi-fungsi Posyandu di kampung, di desa desa. Dan saya minta supaya untuk dibuat  rencana aksi yang lebih terpadu, lebih terintegrasi yang mempunyai dampak yang konkret di lapangan. Mulai dari intervensi pada pola makan, pada pola asuh, dan juga yang berkaitan dengan sanitasi,” papar Presiden RI Joko Widodo, (Setkab RI, 5/4/2018).

Prof. Dr. Ir. Florentinus Gregorius Winarno melihat bahwa langkah strategis penurunan angka stunting harus dimulai dari ibu sedang mengandung. “Ibu sedang mengandung, harus menjadi target program penurunan angka stunting. Intervensi gizi harus merupakan target utama pada ibu sedang hamil, antara lain sumber gizi baru dari kelor (daun dan minyak bijinya bernilai gizi tinggi protein dan anti-oksidan), serangga layak santap (protein hewani), dan limbah penggilingan padi bekatul untuk peningkatan mutu makanan. Karena kualitas kehidupan manusia ditentukan oleh 1.000 hari kehidupan pertama. Maka kelompok ibu sedang mengandung, harus menjadi target utama kebijakan Pemerintah,” ungkap Prof. Dr. Ir. Florentinus Gregorius Winarno.

Prof. Dr. Ir. Florentinus Gregorius Winarno menyebut alasan ibu sedang mengandung sebagai target utama kebijakan strategis penurunan stunting. 1.000 hari kehidupan pertama manusia itu terdiri dari 9 bulan dalam kandungan atau selama 270 hari plus 6 bulan eklusif ASI  atau 180 hari dan pemberian makanan pendamping ASI 18 bulan/selama 550 hari = 1.000 hari. Fase janin dalam kandungan yang terpenting, justru belum banyak tersentuh. Berbagai hal terjadi saat seseorang dewasa, sudah dimulai dalam kandungan, termasuk obesitas, stunting, penyakit diabetes, penyakit jantung, dan autism,” ungkap Prof. Dr. Ir. Florentinus Gregorius Winarno. 

Oleh: Edward Wirawan (Jakarta)

Penerbit


Dollar AS vs Xi-Diplomacy

Perang dollar AS vs Xi-Diplomacy belum memicu ke arah resesi global (lihat grafik). Bagi Rakyat dan Pemerintah Negara RI, pilihannya ialah kemitraan atau kerjasama melahirkan tata tertib dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, keadilan serta ramah lingkungan. Ini amanat Pembukaan UUD 1945. Ini pula peluang dan tantangan bagi Negara RI yang kini menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB hingga tahun 2021. ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita