• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Tri Dharma Perguruan Tinggi: Cegah & Turunkan Stunting

Kamis (5/4/2018) di Kantor Presiden (Jakarta), Presiden RI Joko Widodo yang didampingi oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, memimpin Rapat Terbatas tentang Penurunan Stunting. “Stunting atau gagal tumbuh merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, ancaman terhadap kemampuan daya saing Bangsa,” papar Presiden RI Joko Widodo (Setkab RI, 5/4/2018).

Ratas Penurunan Stunting itu dihadiri oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana S. Yembise, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Desa dan PDDT Eko Sandjojo, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya (Setkab RI, 5/4/2018).

Menurut Prof. Dr. dr. Abdul Razak Thaha, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin, bahwa akar masalah stunting selama ini akibat akumulasi berbagai faktor yang dialami oleh seorang ibu pra hamil dan selama kehamilan.

Stunting merupakan akumulasi jangka panjang berbagai faktor sebelum ibu hamil. Jadi, ketika masa sebelum hamil atau ketika sedang hamil seorang ibu mengalami kekurangan gizi, gangguan kesehatan (gangguan kesehatan bisa disebabkan oleh ketersediaan air bersih, sanitasi yang tidak bagus,serta makanan yang tidak cukup, dan lain-lain) menyebabkan anak di dalam mengalami skuten IUCR atau retardasi pertumbuhan anak dalam kandungan. Ini merupakan inti lahirnya masalah stunting,” papar Prof. Dr. dr. Abdul Razak Thaha, alumnus S2 dari UI (1984) dan S3 Kesehatan Masyarakat dari Universitas Hasanuddin, kepad Staging-Point.Com, Rabu (4/7/2018) melalui sambungan telepon.

Prof. Dr. dr. Abdul Razak Thaha melihat banyak risiko akibat stunting. “Stunting hanya indikator kegagalan tumbuh sejak dalam kandungan. Penyebab stunting adalah kegagalan tumbuh kembang sistem saraf, otak, jantung, hati, ginjal, dan organ lainnya. Stunting masa anak berdampak pada usia dewasa berupa penyakit-penyakit yang memberatkan BPJS, seperti jantung, pembuluh darah, kanker, kencing manis, maupun ginjal.  Tantangan bagi SDM Negara RI ialah rapuh kualitas dan daya saing SDM karena kurangnya kecerdasan sejak di dalam kandungan dan penyakit-penyakit,” ungkap Prof. Dr. dr. Abdul Razak Thaha.

Tantangan program dan upaya menurunkan angka stunting di Negara RI selama ini, menurut Prof. Dr. dr. Abdul Razak Thaha, ialah implementasi kebijakan dan programnya. “Sejauh ini komitmen Pemerintah sudah kuat. Tahun 2018, misalnya, target program penurunan stunting Pemerintah pada 100 Kabupaten dan 10 desa per Kabupaten di Negara RI. Cuma kondisi setiap Kabupaten itu berbeda-beda dalam rangka melaksanakan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (juklak dan juknis) Pemerintah Pusat. Di sinilah, penting peran pendampingan dari perguruan tinggi dalam rangka melaksanakan amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi (bidang penelitian dan pengabdian) sesuai dengan amanat UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan,” ungkap menurut Prof. Dr. dr. Abdul Razak Thaha.

Prof. Dr. dr. Abdul Razak Thaha menyebut contoh pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dari Fakultas Kedokteran Universitas Hassanuddin. “Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah bentuk pengabdian terhadap masyarakat. Hal ini dilaksanakan oleh UNHAS sejak tahun 2017, sebelum pencanangan program penurunan Stunting dari  Pemerintah Pusat,” ungkap Prof. Dr. dr. Abdul Razak Thaha.

Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin mendampingi Pemerintah Daerah di Kabupaten Banggai (Sulawesi) di bidang program penurunan Stunting. “Juklak dan Juknis Penurunan Stunting dari Pemerintah Pusat selalu bersifat umum yang harus diimplementasikan sesuai dengan kondisi daerah. Disinilah peran perguruan tinggi. Di Banggai, kita mendatangi Pemerintah Daerah dan menjelaskan pentingnya implementasi program penanganan stunting. Bahwa 70% upaya pencegahan stunting merupakan tanggung jawab Pemerintah Daerah, dan stunting bukan sekedar permasalahan kesehatan atau gizi. Bupati pun mengeluarkan peraturan Bupati untuk menunjang keberlangsungan program ini,” ungkap Prof. Dr. dr. Abdul Razak Thaha. 

Oleh : Hilarian Arischi Hadur (Yogyakarta)

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita