• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Peluang & Tantangan Integrated Tourism Master Plan Negara RI

Jumat (2/3/2018) di Jakarta, Presiden RI Joko Widodo menetapkan Peraturan Presiden  (Perpres) Republik Indonesia (RI) Nomor 14 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2014 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Kepariwisataan. Perpres RI No. 14/2018 berlaku sejak 7 Maret 2018 dan berdasar pada Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

Menurut Dr. Frans Teguh, MA, alumnus S2 bidang Tourism and Hospitality Management di Bournemouth University (Inggris), bahwa Perpres RI No.14/2018 merespons karakter multidimensi, multisektor dan multidisiplin sektor pariwisata selama ini sekaligus merespons dinamika global dan target pembangunan sektor pariwisata sejak tahun 2019.

“Selama ini, karakter sektor pariwisata selalu multidimensi, multisektor, dan multidisiplin pada level global, nasional dan lokal. Dengan Perpres No. 24/2018, semua sektor terkait dapat berkontribusi dan bersinergi membangun sektor pariwisata melalui Rencana Induk Pengembangan dan Pembangunan Kawasan Pariwisata (Integrated Tourism Master Plan), yaitu rencana pembangunan seluruh destinasi pariwisata jangka panjang 25 tahun dan rencana pembangunan (5 tahun) area kunci pariwisata, termasuk 10 Bali Baru di Negara RI sejak awal abad 21,” papar Dr. Frans Teguh, alumnus S3 Pariwisata Universitas Gadjah Mada (Yogayakarta) kepada Staging-Point.Com, Rabu (1/7/2018) melalui e-mail.

Dr. Frans Teguh melihat stakeholders pariwisata perlu merespons dinamika pariwisata skala global. “Hasil riset Horwath HTL menyebut 10 megatrend sektor pariwisata yaitu 1) meningkatkan wisatawan usia lanjut, 2) wisatawan millenials dan iGen, 3) tumbuh kelas ekonomi menengah dunia, 4) muncul destinasi wisata baru, 5) isu terorisme, 6) (r)evolusi teknologi, 7) saluran digital, 8) bergeser loyalitas, 9) meningkat gaya hidup sehat, 10) pariwisata berkelanjutan. Industri pariwisata dan Kementerian Pariwisata khususnya, harus mengelola tren ini guna menghasilkan devisa, penciptaan lapangan kerja, konservasi budaya dan ekosistem. Kita perlu mengelola keanekaragaman alam dan kekayaan budaya Negara RI menjadi produk wisata menarik. Apalagi, tahun 2019 rencana industri pariwisata kita menghasilkan devisa sebesar US$ 24 miliar, melampaui sektor migas, batubara dan minyak kelapa sawit,” papar Dr. Frans Teguh.

Kamis siang (16/11/2017) pada Rapat Terbatas Pengembangan 10 Bali Baru di Istana Kepresidenan, Bogor (Jawa Barat), Presiden RI Joko Widodo, yang didampingi oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, merilis target pariwisata tahun 2019. “Target yang kita berikan kepada Menteri Pariwisata tahun 2019 itu angkanya adalah 20 juta, itu juga bukan sesuatu yang, menurut saya, bukan sesuatu yang amat sulit untuk kita capai,” papar Presiden RI Joko Widodo. (Setkab RI, 16/11/2017).

Rapat Terbatas itu dihadiri oleh Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Sekab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, Mendag Enggartiasto Lukita, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menlu Negeri Retno Marsudi, Mendikbud Muhadjir Effendy, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menhub Budi K. Sumadi, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menkominfo Rudiantara, dan Menteri ESDM Ignasius Jonan (Setkab RI, 16/11/2017).

Jumat (22/12/2017) di Bali, Presiden RI memimpin Rapat Terbatas tentang Pariwisata. “...Pembangunan infrastruktur juga perlu kita siapkan. Saya berikan contoh misalnya seperti yang baru saja kita kunjungi di hari Ibu tadi pagi di Raja Ampat...Saya kira perlu kita kunci sejak awal sehingga tata kotanya juga bagus, tempat wisata nya juga terkendali, kemudian hutan konservasi, hutan lindung yang ada di situ, kemudian konservasi sumber daya alam laut yang ada di situ juga semuanya terlindungi, terproteksi semuanya. Saya kira kalau hal ini dimulai sejak awal penataan destinasi kota, baru pariwisata kita akan lebih terarah dan lebih jelas,” papar Presiden RI Joko Widodo (Setkab RI, 22/12/2017).

Oleh: Edward Wirawan (Jakarta)

Penerbit


Dollar AS vs Xi-Diplomacy

Perang dollar AS vs Xi-Diplomacy belum memicu ke arah resesi global (lihat grafik). Bagi Rakyat dan Pemerintah Negara RI, pilihannya ialah kemitraan atau kerjasama melahirkan tata tertib dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, keadilan serta ramah lingkungan. Ini amanat Pembukaan UUD 1945. Ini pula peluang dan tantangan bagi Negara RI yang kini menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB hingga tahun 2021. ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita