• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Panca Krida Kedaulatan & Kemandirian Pangan Nusantara

Jumat (6/7/2018) Presiden RI Joko Widodo meninjau Indo Livestock 2018 Expo & Forum di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan (Jakarta) dengan tema “Protein Hewani Sumber Kedaulatan Pangan Indonesia dalam Rangka Meningkatkan Pasar Global”.  Pameran ini melibatkan pengusaha, peneliti, pemerhati, produsen, konsumen, dan lembaga Pemerintah dari dalam dan luar negeri bidang industri peternakan, kesehatan hewan, pakan ternak, pengolahan susu, dan perikanan (Setkab RI, 6/7/2018).

Minggu (24/9/2017) Jambore Peternakan Nasional 2017 di Bumi Perkemahan Cibubur (Jakarta Timur), Presiden RI Joko Widodo merilis arah kebijakan industri peternakan milik Rakyat. “Kita, saya masih terus  melihat bagaimana membangun sebuah industri peternakan yang betul-betul seperti  sebuah korporasi yang besar, yang jumlahnya banyak yang besar tapi yang memiliki adalah Rakyat, yang memiliki adalah peternak-peternak yang bergabung, terkonsolidasi dalam sebuah organisasi, entah bentuk PT, atau dalam bentuk koperasi, entah dalam bentuk gabungan peternakan dalam jumlah yang banyak,” papar Presiden RI Joko Widodo (Setkab RI, 24/9/2018).

Jambore Peternakan Nasional 2017 itu dihadiri oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Menurut Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPU, Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta), bahwa kebijakan sinergis peternakan dapat menjadi simpul utama dari  program pembangunan dari desa-desa di Negara RI sejak awal abad 21.

“Peternakan dapat menjadi simpul utama pembangunan dari desa-desa di Negara RI. Karena peternakan melayani 3 (tiga) kebutuhan Rakyat di desa-desa yakni (a) ketersediaan sumber pangan sehat dan menyehatkan seperti daging, telur dan susu; (b) ketersediaan lapangan kerja dan penghasilan bagi Rakyat desa; dan (c) ketersediaan pupuk bagi sektor pertanian; sumber bahan pupuk organik adalah kotoran hewan ternak. Jadi, sektor peternakan membantu Pemerintah memajukan kesejahteraan Rakyat pada 70 ribu desa di Negara RI,” papar Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPU, alumnus S2 ENSA Rennes France dan S3 ENSA Rennes France kepada Staging-Point.Com, Minggu (8/7/2018) di kediamannya, Yogyakarta.

Tata kelola ketiga manfaat pembangunan sektor peternakan tersebut di atas, menurut Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPU, saat ini menghadapi sejumlah tantangan. “Pemerintah ingin peternakan dapat membantu penyediaan lapangan kerja, pangan, dan pupuk organik bagi petani di desa-desa serta para peternak tradisional Rakyat menjadi peternak massal atau industri seperti peternak ayam petelur, ayam broiler, penggemukan sapi, dan sapi perah. Namun, tantangannya banyak, misalnya, Pemerintah tidak memberi bantuan bibit dan pakan ternak. Padahal, 60%-70% biaya produksi peternakan ialah biaya pakan,” ungkap Prof. Dr. Ir. Ali Agus.

Prof. Dr. Ir. Ali Agus melihat bahwa sejumlah program dan kebijakan Pemerintah perlu memperkuat sektor pertanian. “Untuk meningkatkan kinerja sektor peternakan, Pemerintah perlu memperhatikan serius pemberian bibit dan pakan ternak; introduksi teknologi peternakan, penguatan kelembagaan peternak berbasis koperasi dan BUMDes; sekarang di beberapa tempat binaan kami, sudah mulai membentuk beberapa koperasi, seperti koperasi kambing, domba, dan koperasi ayam petelur; program lainnya ialah penguatan modal, jaringan pasar, tata niaga, pembangunan sarana dan prasarana seperti rumah potong ayam; tantangannya ialah tidak ada kebijakan tata ruang jelas untuk sektor peternakan sesuai amanat UU. Padahal, sebagian lahan kelapa sawit mestinya dapat diperuntukan sektor pertanian,” papar Prof. Dr. Ir. Ali Agus.

Prof. Dr. Ir. Ali Agus menambahkan bahwa kemandirian dan kedaulatan pangan Negara RI dapat diraih melalui sektor peternakan. “Saat ini, kita impor 40% daging dan 80% susu. Kedaulatan dan kemandirian pangan Negara RI dapat diraih melalui 5 program strategis sektor peternakan yakni (1) kebijakan sinergistik sektor peternakan; (2) optimalisasi pemanfaatan lahan peternakan; (3) kemandirian proses produksi, khususnya bibit dan pakan; (4) konsumsi pangan lokal yang sehat dan menyehatkan; (5) penguatan jaringan dan kelembagaan peternak serta dukungan iptek sebagai Panca Krida Kemandirian dan Kedaulatan Pangan,” papar Prof. Dr. Ir. Ali Agus. 

Oleh: Antonius Himdan Jeharu (Yogyakarta)

Penerbit


Dollar AS vs Xi-Diplomacy

Perang dollar AS vs Xi-Diplomacy belum memicu ke arah resesi global (lihat grafik). Bagi Rakyat dan Pemerintah Negara RI, pilihannya ialah kemitraan atau kerjasama melahirkan tata tertib dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, keadilan serta ramah lingkungan. Ini amanat Pembukaan UUD 1945. Ini pula peluang dan tantangan bagi Negara RI yang kini menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB hingga tahun 2021. ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita