• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Spirit Capacity Building Melalui Alih Pengetahuan & Teknologi

Hari Senin (26/3/2018) di Jakarta, Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia (RI) Nomor 20 tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA). Perpres No. 20/2018 mulai berlaku sejak 29 Maret tahun 2018 di Jakarta dan menggantikan Perpres Nomor 72/2014 tentang Penggunaan TKA. Dasar yuridis Perpres RI No. 20/2018 ialah Pasal 4 (1) UUD 1945, UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, dan UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Pasal 26 ayat (1) Perpres RI No. 20/2018 menyatakan bahwa “Setiap Pemberi Kerja TKA wajib: a. menunjuk tenaga kerja Indonesia sebagai Tenaga Kerja Pendamping; b. melaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kerja Indonesia sesuai dengan kualifikasi jabatan yang diduduki oleh TKA; dan c. memfasilitasi pendidikan dan pelatihan Bahasa Indonesia kepada TKA.” Pasal 27 Perpres No. 20/2018 berbunyi : “Penunjukan tenaga kerja Indonesia sebagai Tenaga Kerja Pendamping sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) huruf a dilaksanakan untuk alih teknologi dan alih keahlian.”

Pande Made Kutanegara, Ph.D dari Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta) melihat Perpres RI No. 20 Tahun 2018 adalah peluang membangun kapasitas keahlian dan spirit (skill and spirit capacity building) tenaga kerja Indonesia melalui alih pengetahuan (transfer of knowledge) dan alih teknologi dari Tenaga Kerja Asing (TKA).

“Perpres RI No. 20 Tahun 2018 adalah peluang membangun keahlian dan spirit atau mentalitas tenaga kerja (skill and spirit capacity building) Bangsa Indonesia melalui alih pengetahuan (transfer of knowledge) dan alih teknologi dari Tenaga Kerja Asing (TKA),” ungkap Pande Made Kutanegara, Ph.D, alumnus S3 dari Radboud University Nijmegen (Belanda) dengan judul disertasi Poverty, Crises, and Social Solidarity in Sriharjo, Central Java tahun 2017 kepada Staging-Point.Com, Rabu (4/7/2018) melalui email.

Melalui alih teknologi dan alih pengetahuan dari TKA, menurut Pande Made Kutanegara, Ph.D, Perpres No. 20 Tahun 2018 memberi peluang solusi atas tantangan dan kendala daya saing tenaga kerja Bangsa Indonesia di Negara RI selama ini.

“Perpres No. 20 Tahun 2018 dapat menjadi peluang mengatasi tantangan dan kendala tenaga kerja Bangsa Indonesia selama ini di Negara RI. Yakni (1) Bangsa kita belum memiliki kultur spesifikasi atau spesialisasi kerja untuk menghasilkan produk dan jasa yang berkualitas dan perfect atau bekerja dengan standar keahlian sangat khusus dan risiko sangat tinggi, seperti tukang dan ahli las di bawah air (laut); (2) kultur kerja minimalis atau bekerja “asal selesai”, bukan menghasilkan produk atau jasa berkualitas dan perfect; (3) balai-balai latihan kerja belum mengimbangi kecepatan inovasi dan perubahan teknologi; akibatnya, pelatihan kerja selalu ketinggalan 3-4 tahun dari revolusi teknologi; (4) etos kerja masih rapuh, khususnya tanggung jawab, disiplin, kerja keras, dan sejenisnya. Penerapan Perpres No. 20 Tahun 2018 diharapkan dapat menularkan dan menjabarkan spirit mengatasi keempat tantangan dan kendala ini,” ungkap Pande Made Kutanegara, Ph.D.

Program alih pengetahuan dan alih keahlian dari TKA, menurut Pande Made Kutanegara, Ph.D, perlu merespons kebutuhan dan tantangan 5-10 tahun ke depan. “Bangsa dan Negara kita perlu menerapkan program alih teknologi dan alih pengetahuan dari TKA secara tandem untuk merespons kebutuhan, peluang dan tantangan 5-10 tahun ke depan,” tambah Pande Made Kutanegara, Ph.D.

Menurut Pasal 1 ayat (1) Perpres No. 20/2018, bahwa Tenaga Kerja Asing yang selanjutnya disingkat TKA adalah warga negara asing pemegang visa.” Pasal 1 ayat (2) menetapkan bahwa “Tenaga Kerja Pendamping adalah tenaga kerja Indonesia yang ditunjuk dan dipersiapkan sebagai pendamping dalam rangka alih teknologi dan alih keahlian.” Pasal 1 ayat (3) menetapkan bahwa “Pemberi Kerja Tenaga Kerja Asing yang selanjutnya disebut Pemberi Kerja TKA adalah badan hukum atau badan lainnya yang mempekerjakan TKA dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain.” Perpres No. 20/2018 disertai dengan ancaman dan sanksi di bidang ketenagakerjaan berdasarkan UU Ketenagakerjaan, dan bidang imigrasi berdasarkan UU Imigrasi.

Oleh: Hilarian Arischi Hadur (Yogyakarta)

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita