• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Edukasi Etos SDM & Wirausaha Negara RI

Perubahan landscape ekonomi Negara RI akhir-akhir ini, menurut Presiden RI Joko Widodo, membuka tiga peluang ekonomi bagi wirausaha pemula. Yakni usaha resto, usaha kerajinan hand-made, dan start-up aplikasi-aplikasi sistem IT (information technology). “Saya melihat restoran warung makan yang memiliki, saya baca memiliki 64 cabang di mana-mana. Ini sebuah ekonomi masa depan,” papar Presiden RI Joko Widodo pada Rapat Pimpinan Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Tangerang, Banten, Rabu (7/3/2018) (Setkab RI, 7/3/2018).

Revolusi industri berbasis sistem fisik-siber datang begitu cepat dan serentak di hampir setiap negara. Revolusi ini dilabel sebagai Revolusi Industri ke-4 tiga dimensi yakni digital, fisik, dan biologi. Begitu isi sambutan Presiden RI Joko Widodo pada Sarasehan Nasional DPD RI, Jumat 17 November 2017 di Gedung Nusantara IV MPR-RI, Jakarta (Setkab RI, 17/11/2017).

Kamis (5/4/2018) di Istana Merdeka (Jakarta), Presiden RI Joko Widodo merilis data wirausaha Negara RI.  “Negara kita ini membutuhkan entrepreneur yang harusnya tiap tahun meningkat. Hampir di semua negara maju memang standarnya memiliki entrepreneur di atas 14 persen. Kita sekarang ini angkanya masih 3,01 persen,” papar Presiden RI Joko Widodo usai menerima Pengurus Pusat dan Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Setkab RI, 5/4/2018).

Menurut Dr. Handoyo Wibisono, MM, dosen pasca sarjana pada Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya (Yogyakarta), bahwa di tengah persaingan tenaga kerja dan wirausaha sejak berlaku pasar tunggal Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015 dan banjir produk-produk asal Tiongkok awal abad 21, Rakyat dan Pemerintah Negara RI harus menerapkan program edukasi khusus etos SDM (Sumber Daya Manusia) dan wirausaha Bangsa Indonesia.

“Daya-saing SDM dan penciptaan wirausaha Negara RI awal abad 21 ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor; pertama, etos kerja SDM kita masih rendah; padahal, kita harus bersaing dengan SDM 10 negara ASEAN sejak berlakunya MEA tahun 2015; Thailand, Malaysia, dan Filipina tampaknya lebih siap; kedua, UU No. 25 / 2007 (khususnya pasal 6 ayat 1-2) membuka keran aliran investasi asing dengan perlakuan khusus dan tenaga kerja asing (TKA); Psl 10 UU ini membolehkan investor asing membawa tenaga ahli asal negaranya; kemudian Keppres No. 20 / 2018 mempertegas TKA dari sebelumnya 5 tahun, sekarang tiap dua tahun harus melapor ke Pemerintah; ketiga, amanat Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 menetapkan “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.”; keempat, revolusi industri 4.0 melahirkan e-commerce yang memengaruhi pola pikir, pola hidup, dan kerja SDM di berbagai Negara termasuk RI. Di tengah lingkungan semacam ini untuk mewujudkan amanat UUD 1945, Rakyat dan Pemerintah RI sangat penting dan prioritas menerapkan program pendidikan etos SDM dan wirausaha,” papar Dr. Handoyo Wibisono, MM, alumnus S3 dari Universitas Airlangga dengan disertasi tentang Pasar Modal dan S2 dari Universitas Gadjah Mada kepada Staging-Point.Com, Sabtu (14/7/2018) di Rumah Dr. Handoyo Wibisono, Minomartani, Yogyakarta.

Dr. Handoyo Wibisono, MM, melihat bahwa sasaran dan manfaat pokok pendidikan etos ialah mencerdaskan kehidupan Bangsa sesuai amanat alinea IV Pembukaan UUD 1945. “Pendidikan SDM dan wirausaha Bangsa Indonesia harus meraih sasaran dan manfaat sesuai amanat alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan Bangsa. Sehingga program Pemerintah khususnya Kementerian Pendidikan Nasional harus mengarah kepada kecerdasan kehidupan Bangsa. Karena jika tidak, kita hanya akan menjadi robot dari industri dan konsumen dari Revolusi Industri 4.0. Fokus kebijakan Pemerintah saat ini sudah tepat yakni dimulai dari infrastruktur dan berikutnya persiapan SDM antara lain pendidikan etos yang membentuk karakter atau jati diri SDM dan wirausaha Bangsa Indonesia,” ungkap Dr. Handoyo Wibisono.

Dr. Handoyo Wibisono, MM menyebut contoh wirausaha ekonomi kreatif dan pariwisata. “Kita tidak perlu bersaing dengan industri produk massal Tiongkok. Kita memperkuat basis-basis ekonomi kreatif, kerajinan, dan pariwisata berbasis karakter per daerah, SDM lokal, kearifan lokal, budaya lokal, dan tanpa membuka keran aliran SDM asing dan budaya asing. Sedangkan bentuk kelembagaan wirausahanya antara lain koperasi Rakyat, BUMDes, dan BUMD. Misalnya, ekonomi kreatif berbahan baku lokal seperti bambu dengan kearifan lokal merawat bambu dan produk etnik-etnik dari budaya-budaya suku Bangsa Indonesia. Kelola alam dan kearifan lokal yang bernilai komersil ini adalah sarana edukasi etos SDM dan wirasusaha di era revolusi industri 4.0, tanpa menggusur hak-hak Rakyat, kearifan lokal, dan SDM per daerah misalnya akibat swastanisasi sejumlah pantai untuk wisata,” ungkap Dr. Handoyo Wibisono.

Oleh: Anjany Podangsa (Yogyakarta)

Penerbit


Dollar AS vs Xi-Diplomacy

Perang dollar AS vs Xi-Diplomacy belum memicu ke arah resesi global (lihat grafik). Bagi Rakyat dan Pemerintah Negara RI, pilihannya ialah kemitraan atau kerjasama melahirkan tata tertib dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, keadilan serta ramah lingkungan. Ini amanat Pembukaan UUD 1945. Ini pula peluang dan tantangan bagi Negara RI yang kini menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB hingga tahun 2021. ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita