• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Rupiah dan Dollar Amerika Serikat

Tanggal 1-22 Juli 1944, atau sekitar 13 bulan 18 hari sebelum Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia tahun 1945 atas nama Bangsa Indonesia, Soekarno-Hatta, di Jakarta--sebanyak 730 delegasi dari 44 Negara Sekutu – pemenang Perang Dunia II – bertemu di Mount Washington Hotel, Bretton Woods, New Hampshire, Amerika Serikat (AS).

Hasilnya, kesepakatan Bretton Woods (BW) yang berisi aturan main, lembaga dan prosedur sistem moneter internasional (cikal bakal International Monetary Fund/IMF) dan International Bank for Reconstruction and Development (cikal-bakal World Bank). Wakil Rusia tidak menanda-tangan kesepakatan BW, karena AS yang mengontrol 2/3 emas dunia mendesak bahwa sistem BW harus berbasis emas dan dollar AS (D. Moggeridge (ed), 1980:101).

Sejak kesepakatan BW, dollar AS, emas dan minyak menjadi barometer pasar global. Dollar AS menjadi hard-currency (mata-uang keras) dalam perdagangan global, selain poundsterling (Inggris), euro, dan yen (Jepang) di awal abad 21. Defisit fiskal dan perdagangan tidak mengubah posisi dollar AS, karena sebagian besar sistem moneter telah terpatri ke dollar AS sejak kesepakatan BW. Dollar AS juga sekaligus menjadi barometer stabilitas ekonomi global, khususnya sejak krisis keuangan di Asia Tenggara, Meksiko, dan Amerika Selatan tahun 1990-an (Yeyati, 2003; Louis Philippe Rochon, 2003).

Hari-hari ini, ibarat bejana berhubungan, terjadi pelemahan nilai tukar terhadap dollar AS pada sejumlah pasar berbagai Negara, termasuk nilai tukar yuan Tiongkok. Meskipun, tahun 2017, defisit dagang AS terhadap Tiongkok mencapai 375 miliar dollar AS dari total defisit perdagangan AS 800 miliar dollar AS (Ana Swanson / The New York Times, 12/7/2018).

Dari London (Inggris), 3 September 2018, laporan melemahnya nilai tukar yuan Tiongkok, rubel Rusia, rial Iran, dan rupiah dari NKRI menyebar ke lebih dari 170 Negara. Peso Argentina melemah 52,3%; lira Turki melemah 43%; rand Afrika Selatan melemah 20%; rubel Rusia melemah 15%; bolivar Venezuela melemah 100%; real Brazil melemah 20%; peso Cile melemah 11%; rupiah RI melemah 10%; yuan Tiongkok melemah 5% (AP, 3/9/2018).

Yuan Tiongkok rapuh bersaing dengan dollar AS. Meskipun, GDP nominal Tiongkok tahun 2016 mencapai ranking ke-2 terbesar dunia, setelah GDP AS. Tiongkok meraih daya beli (purchasing power parity) terbesar dunia tahun 2016 dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 6% sejak Reformasi Ekonomi Tiongkok tahun 1978 (World Bank, 25/5/2018). Bahkan Tiongkok disebut-sebut sebagai ‘the great power’ dan kekuatan kawasan di Asia hingga potensi negara adidaya abad 21 (Joshua Muldavin, 9/2/2006; BBC, 19/10/2012).

Pemerintah RI melalui Bank Indonesia memiliki kesepakatan currency-swap agreement secara bilateral dengan Bank Sentral negara lain seperti negara-negara ASEAN, Australia, dan Korea Selatan, guna menjaga stabilitas rupiah terhadap dollar AS (Xinhua, 26/4/2018). Penjualan mobil mencapai 555 ribu unit pada semester I tahun 2018—target tercapai seperti tahun 2017 sebesar 1.079 unit mobil terjual di Negara RI, meskipun terjadi tren rupiah melemah terhadap dollar AS (Xinhua, 10/7/2018).

Pada tahun 2018, Bank Sentral AS meningkatkan tingkat suku bunga (benchmark) yang memicu pelemahan nilai tukar sejumlah kawasan. Dampaknya mulai terasa, defisit transaksi berjalan (current account) RI mencapai 8 miliar dollar AS (sekitar 3% GDP) pada kuartal ke-3 tahun 2018 dari sekitar 2,2% GDP atau sebesar 5,7 miliar dollar AS pada kuartal ke-2 tahun 2018. Sedangkan ekspor mencapai 88,02 miliar dollar AS (khususnya hasil ekspor minyak sawit, batu-bara termal,  karet, kakao dan tembaga), hingga Juni 2018 (Xinhua, 13/8/2018).

Posisi ekonomi rupiah Negara RI masih lebih baik dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, jika dibanding dengan krisis keuangan tahun 1998. Karena cadangan devisa lebih besar sekitar 13,7 miliar dollar AS antara Februari-Juli 2018 dan utang luar negeri (dollar AS) lebih rendah, kecuali defisit transaksi berjalan dan anjlok nilai saham. (C.F.Marques/Reuters, 3/9/2018).

Maka aliran dana desa sangat strategis bagi antisipasi krisis dan jaring pengaman sosial. Program cash for work (penciptaan lapangan kerja) melalui dana desa 2015-2018 sebesar Rp 187 triliun dan Rp 832,3 triliun tahun 2019 ke  74.958 desa dan 8.430 kelurahan. Begitu pula anggaran Dana Desa tahun 2018 (APBN) sebesar Rp 60 triliun (Setkab RI, 14/5/2018).

 

Oleh: Komarudin Watubun

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita