• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Jack Ma, Alibaba & Transfer Uang TKI

Akhir September 2018, Jack Ma Yun, lahir 15 Oktober 1964 di Hangzhou, Zhejiang, Tiongkok, menjadi fokus berita di Asia. Bukan karena “Jack” – nama panggilan Jack Ma dari seorang turis karena sulitnya melafal nama Tiongkoknya—yang merintis karier, karya dan usaha dari guide turis dan menjadi orang terkaya di Tiongkok pada Agustus 2018, dengan total net kekayaan 38,6 miliar dollar AS dan ideologi ekonomi “open and market-driven economy”-nya. (The Economist, 17/9/2018; Forbes, 17/3/2018) Tetapi, lantaran Jack Ma, yang merilis usaha e-Commerce Alibaba dari satu apartemen di Hangzhou tahun 1999, mengepak usaha pengiriman duit murah, mudah dan cepat dari Hong Kong ke seluruh Asia.

Alibaba berupaya mengelola kisah sukses sistem pembayaran online skala global dari sayap bisnisnya, WeChat Pay dan Alipay. WeChat beroperasi sejak 2017 di Hong Kong. Pasarnya ialah 600 juta penduduk Asia Tenggara sebagai ‘medan tempur strategis’ teknologi e-Commerce Alibaba cs vs rivalnya Western Union dan Moneygram dari Amerika Serikat. Ant Financial, sayap keuangan Alibaba di Hong Kong, melukiskan inovasi bisnis sistem pengiriman duit skala global dari Hong Kong sebagai “a starting point and significant step”. Yakni basis teknologi keuangan Hong Kong, EMQ, yang memiliki izin dan lisensi dan kemitraan perbankan di seluruh negara Asia Tenggara (Fanny Potkin, Venus Wu/Reuters, 27/9/2018).

Menurut data pemerintah di Hong Kong (2018) bahwa tenaga kerja asal Negara RI (Tenaga Kerja Indonesia/TKI) dan Filipina merupakan tenaga kerja paling banyak dari sekitar 37 ribu tenaga kerja asing di Hong Kong. Data Bank Dunia (April 2018) menyebutkan bahwa Negara RI dan Filipina merupakan negara penerima kiriman duit tenaga kerja global paling besar di dunia. Misalnya, tahun 2017, Filipina menerima transfer dana sebesar 32,8 miliar dollar AS dari tenaga kerjanya di berbagai negara; sedangkan Negara RI menerima transfer dana sebesar 9 miliar dollar AS. Lebih dari 16,9 miliar dollar AS dana transfer melalui Hong Kong pada tahun itu. Pada tahun 2018, transfer duit global ke negara berkembang di Asia khususnya diperkirakan mencapai 485 miliar dollar AS. (lihat grafik)

Pasca Perang Dunia II sejak akhir 1940-an, kesepakatan sistem Bretton Woods (BW) tentang aturan main, lembaga dan prosedur sistem moneter internasional (cikal bakal International Monetary Fund/IMF) dan International Bank for Reconstruction and Development (cikal bakal World Bank) di Mount Washington Hotel, Bretton Woods, New Hampshire, Amerika Serikat (AS) menandai jejak awal dari keperkasaan Amerika Serikat dalam sistem keuangan global. Antara lain lantaran Wakil Rusia tidak menanda tangan kesepakatan BW, karena AS yang mengontrol 2/3 emas dunia mendesak bahwa sistem BW harus berbasis emas dan dollar AS (D. Moggeridge (ed), 1980:101).

Kini awal abad 21, persaingan melalui e-Commerce sekilas merapuhkan jaringan keuangan asal AS. Misalnya, awal abad 21, MoneyGram adalah penyedia layanan jasa transfer duit kedua terbesar di dunia yang beroperasi pada lebih dari 200 negara dengan jaringan 347 ribu kantor. Pada 26 Januari 2017, Ant Financial Services Group dari konglomerasi Alibaba, meraih kesepakatan akuisisi MoneyGram International senilai 880 juta dollar AS. Namun, kesepakatan ini batal karena ditolak oleh Committee on Foreing Investment di Amerika Serikat (Wall Street Journal, 26/1/2017; Reuters, 2/1/2018).

MoneyGram dan Western Union sejak Perang Dunia II diakui sebagai pemain utama dalam bisnis transfer duit antar negara. Meskipun, awal abad 21, Western Union, dituding pula sebagai penyedia informasi kepada intelijen militer Amerika Serikat (Ron Suskind, 2007). Kini jaringan fisik, mulai dari jaringan agen lokal, perbankan, toko swalayan, hingga pegadaian dari Western Union dan MoneyGram, bersaing dengan jaringan e-Commerce Alibaba yang lebih murah, mudah, aman, dan cepat dalam transfer duit lintas negara.

Jaringan fisik Western Union dan MoneyGram acapkali menerapkan syarat-syarat fisik yang ketat, kendala teknis, dan jam-jam kantor yang memicu biaya tinggi transfer duit antara negara. Kini teknologi keuangan e-commerce Alibaba dapat melayani TKI dan tenaga kerja asal Filipina di Hong Kong dengan biaya murah, mudah, cepat, kapan saja dan dari mana saja. Tidak harus menunggu hari libur, TKI dapat mengirim dana kapan saja dan dari mana saja melalui jaringan e-Commerce dengan rate dollar Hong Kong dan peso atau rupiah yang lebih bagus daripada rate di bank-bank. Kenapa peluang semacam ini tidak dikelola oleh wirausaha dari Tanah Air Negara RI?

Oleh: Komarudin Watubun

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita