• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


RI Butuh 1.000 “Rumah Edukasi” Narkotika

Selasa (28/8/2018) di Jakarta, Presiden RI Joko Widodo menanda tangan Instruksi Presiden (Inpres) No. 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Penguatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) Tahun 2018-2019. Program P4GN akan dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dan sumber-sumber lain yang tidak mengikat sesuai dengan peraturan perundang-undangan di Negara RI.

Inpres No. 6/2018 berlaku sejak 28 Agustus 2018 dan ditujukan kepada : (1) Menteri Kabinet Kerja; (2) Sekretaris Kabinet; (3) Jaksa Agung; (4) Kepala Kepolisian Negara RI; (5) Panglima Tentara Nasional Indonesia; (6) Kepala Badan Intelijen Negara; (7) Pimpinan Lembaga Pemerintah Non-Kementerian; (8) Para Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara; (9) Gubernur; (10) Bupati / Wali Kota untuk melaksanakan pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi dan penelitian-pengembangan penanganan narkotika dan prekursor nakotika di Negara RI.

Menurut Dr. Benny Josua Mamoto, S.H., M.Si, dosen Program Pascasarjana Kajian Ilmu Kepolisian-Universitas Indonesia (UI) dan Pendidikan Special Branch Polis Diraja Malaysia, bahwa saat ini, Rakyat dan Pemerintah RI perlu menekan pemasokan narkotika dan melaksanakan edukasi risiko-risiko penyalahgunaan narkotika kepada masyarakat di Negara RI.

“Narkoba telah menjadi tantangan bagi kemajuan Bangsa Indonesia. Kini program urgent dan prioritas Pemerintah RI ialah menekan pemasokan narkotika dan mendidik masyarakat tentang risiko-risiko penyalahgunaan narkotika. Model edukasinya memadukan konsep museum, sains, dan pendidikan dalam suatu ‘rumah edukasi’,” papar Dr. Benny Josua Mamoto, S.H.,M.H alumnus Ilmu Kepolisian dari UI (2008) kepada Staging-Point.Com, Selasa (22/5/2018) di Hotel Ashley, Ruang Downing 10. Jln KH Wahid Hasyim No. 73-75, Menteng, Jakarta Pusat.

Dr. Benny Josua Mamoto menyebut alasan pokok edukasi masyarakat tentang risiko-risiko penyalahgunaan narkotika. “Alasan urgensi dan prioritas edukasi risiko-risiko penyalahgunaan narkotika tersebut saat ini antara lain yakni (1)  informasi tentang narkotika sangat minim di Negara RI; (2) Saya terinspirasi setelah mengunjungi dua museum narkoba di Chiang Saen, Provinsi Rai (Thailand), yang dulunya adalah ladang opium dan juga di museum narkoba di Beijing (Tiongkok). Saya berpikir bahwa konsep museum narkoba dapat diterapkan di Negara RI; sasaran dan manfaatnya ialah melindungi masyarakat dari risiko-risiko penyalahgunaan narkotika; masyarakat menyadari risiko-risiko penyalahgunaan narkotik dan menolak konsumsi narkotika; (3) perang melawan bandit dan gembong narkoba perlu disertai oleh edukasi masyarakat tentang risiko narkoba,” ungkap Dr. Benny Josua Mamoto.

Di sisi lain, Dr. Benny Josua Mamoto melihat bahwa upaya menekan pemasokan narkoba ialah dengan memberantas sindikat atau bandit dan bandar narkoba, bukan penyalahguna narkoba. “Sebagai Deputi Pemberantasan pada Badan Narkotika Nasional (BNN) (2012-2013), saya menangkap banyak bandit dan bandar narkotika untuk menekan pemasokan narkoba ke masyarakat. Saya selalu mendapat ancaman via telepon pembunuhan yang justru datang dari balik penjara di Nusakambangan, Cipinang, Medan, dan lain-lain. Anak-anak dan istri pun tidak luput dari ancaman pembunuhan tersebut. Tujuan ancaman-ancaman itu adalah agar saya berhenti menangkap gembong narkoba.” ungkap Dr Benny Josua Mamoto.

Lebih rinci, Dr. Benny Josua Mamoto memaparkan model rumah edukasi narkotika. “Rumah edukasi narkotika menjadi pusat informasi dan pengetahuan risiko-risiko narkoba. Kelompok sasarnya ialah masyarakat umum agar tidak memakai dan menyalahgunakan narkoba. Misalnya, rumah edukasi ini menyediakan informasi dan pengetahuan tentang apa itu narkoba, jenisnya, alatnya, risiko-risikonya, gambar kerusakan fisik akibat narkoba, tengkorak orang mati karena narkoba, cara bandar merekrut konsumen, jalur peredarannya, dan hasil survey sekolah. Kita update informasinya. Tahun 2013, kami membangun model rumah edukasi ini. Namun, rumah edukasi itu dibakar dan situs-situs web nya di-hack. Tapi, kami tidak menyerah dan membangun rumah edukasi di Minahasa, Sulawesi Utara. Tahun 2017, pengguna narkoba di sana mencapai 42.876 orang. Saat ini, Negara RI membutukan sekitar 1.000 rumah edukasi narkotika di setiap kabupaten, kota madya, dan kota-kota besar,” papar Dr. Benny Josua Mamoto. 

Oleh: Fens Alwino (Jakarta)

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita