• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Empat Tantangan 222 Proyek Strategis Nasional & Solusinya

Rapat Terbatas (Ratas) Kabinet Kerja (2014-2019), Senin sore (16/4/2018) di Kantor Presiden (Jakarta) mengevaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) sejak tahun 2016 hingga awal tahun 2018. Fokus evaluasi antara lain kepastian eksekusi PSN dan manfaatnya terhadap peningkatan nilai tambah perekonomian daerah, upaya penurunan kemiskinan dan menekan ketimpangan sosial ekonomi di Negara RI (Humas Setkab RI, 16/4/2018).

Hasil Ratas itu antara lain merevisi PSN kuartal I-2018 yakni 69 proyek jalan, 51 proyek bendungan, 29 proyek  Kawasan KEK dan Pariwisata (29 proyek), 16 proyek Kereta Api, 11 proyek energi, 10 proyek pelabuhan, 8 proyek air bersih dan sanitasi, 6 proyek bandara, 6 proyek irigasi, 6 proyek smelter, 6 proyek teknologi, 3 proyek perubahan, 1 proyek pertanian dan kelautan, 1 proyek tanggul laut, 1 proyek pendidikan, 1 proyek pesawat terbang, 1 proyek agraria dan kehutanan dan 3 program, dengan total nilai Rp 4.100 triliun.

Menurut Dr. Drs. Trubus Rahadiansyah, MS, SH, dosen pada Fakultas Hukum, Universitas Trisaksi (Jakarta), bahwa program PSN Pemerintah RI sejak 2016 memiliki sejumlah keunggulan atau peluang manfaat, selain sejumlah tantangan dan kendala yang perlu diantisipasi dan diatasi oleh Pemerintah dan para stakeholders.

“Dasar hukum dari Program Strategis Nasional (PSN) adalah Perpres No. 58 Tahun 2018, yang mengganti Perpres No. 23 Tahun 2016, tentang sekitar 245  PSN. Namun, hasil evaluasi Pemerintah tersisa 222 PSN dengan biaya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selain PINA (Pembiayaan Investasi Non Anggaran) yang melibatkan pihak swasta,” papar Dr. Trubus Rahadiansyah, SH, alumnus S3 Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, kepada Staging-Point.Com, Selasa (11/9/2018) melalui sambungan telepon.

Dr. Trubus Rahadiansyah, SH, melihat juga urgensi dan manfaat PSN. “Ada sejumlah urgensi dan peluang manfaat yang dapat dicapai dari program PSN sejak 2016 yakni (1) mengurangi disparitas wilayah atau kesenjangan pembangunan beberapa wilayah sehingga tercipta pemerataan pembangunan di wilayah-wilayah Negara RI; (2) mobilitas warga atau kemudahan arus barang, jasa, dan manusia antar wilayah melalui udara, darat, dan laut Negara RI; (3) kesejahteraan Rakyat dan keamanan pada batas-batas wilayah Negara RI yang selama ini kesulitan listrik, air, dan patok batas Negara yang sering bergeser, dan kejahatan lintas batas Negara misalnya illegal logging; (4) PSN juga membantu menjaga keutuhan wilayah Negara RI dan persatuan kesatuan Bangsa berdasar ideologi Pancasila dan UUD 1945,” papar Dr. Trubus Rahadiansyah, SH.

Namun, menurut Dr. Trubus Rahadiansyah, program PSN bukan tanpa kendala dan kelemahan. “Ada kelemahan dan tantangan pelaksanaan PSN yang perlu diatasi oleh Pemerintah yaitu (1) kesiapan Pemerintah Daerah; misalnya, proyek kereta api di Jambi dan Surabaya (Jawa Timur), terkendala kesiapan Pemerintah Daerah; (2) PSN lebih fokus pembangunan infrastruktur fisik; risikonya, PSN hanya dinikmati oleh segenlitir orang tahap awal, karena masyarakat umum belum siap yang dapat memicu kesenjangan baru di daerah-daerah; (3) pelaksanaan PSN di sejumlah wilayah menghadapi kendala pembebasan lahan dan tata ruang yang dapat memicu konflik di masyarakat; dan (4) kelemahan strategis, misalnya pembangunan bandara Sebatik yang tidak jauh dari Nunukan, akhirnya dibatalkan,” ungkap Dr. Trubus Rahadiansyah, SH.

Sejumlah solusi, menurut Dr. Trubus Rahadiansyah, dapat dilakukan oleh Pemerintah guna mengatasi tantangan dan kelemahan PSN tersebut di atas. “Agar PSN berhasil, Pemerintah perlu melaksanakan sejumlah langkah solusi yakni (1) pembangunan infrastruktur yang mencerdaskan Rakyat dan mengedukasi Rakyat, seperti infrastruktur teknologi dan sains atau percepat pembangunan SDM; (2) libatkan BUMN dan koperasi dalam proyek-proyek PSN; (3) perkuat pengawasan dan sustainabilitas proyek dan program PSN,” ungkap Dr. Trubus Rahadiansyah.

Jumlah PSN tahun 2016 berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016 yaitu 265 proyek dan satu program. PSN tahun 2017 berdasarkan Perpres Nomor 58 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden No. 3 Tahun 2016 tentang Percepatan pelaksanaan proyek strategis Nasional mencapai 245 proyek dan 2 program. 

Oleh: Hilarian Arischi Hadur (Jakarta)

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita