• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Senin pagi (29/10/2018), pegawai kapal Prabu, milik PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Offshore North West Java, menemukan barang-barang dan serpihan pesawat Lion Air JT610 (Boeing 737 Max 8) di lokasi 100 km dari fasilitas Rig PHE,  lepas pantai Kabupaten Karawang, perairan Laut Jawa, antara Karawang dan Bekasi, Jawa Barat.

Menara pengawas kehilangan kontak dengan Lion Air JT 610 pada ketinggian terbang 2.500 m pukul 06.50 wib, Senin (29/10/2018). Tragedi itu menewaskan 189 orang penumpang dan crew. Manajemen Lion Air mengakui laporan masalah teknis Lion Air JT610 (Boeing 737 Max 8) pada penerbangan dari Denpasar ke Jakarta malam sebelumnya (Reuters, 29/10/2018).

Tragedi itu terjadi pasca gempa 7,5 skala Richter mengguncang Palu yang menewaskan 2.073 orang 28 September 2018 dan gempa tektonik  6,3 skala Richter mengguncang Jawa Timur dan Bali yang menewaskan 3 orang dan merusak banyak bangunan Kamis (10/11/2018). Bencana itu terjadi saat pertemuan tahunan 19.000 delegasi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia pada 8-14 Oktober 2018 di Bali (Razanna Lattif/Reuters, 11/10/2018).

Kini kita hidup di lingkungan bencana. Lapisan ozon kian terkoyak di langit dan air bersih layak minum kian langka untuk 6,5 miliar penduduk di planet bumi. Di Peru, misalnya, populasi sekitar 400 spesies burung pegunungan merosot hingga 72% periode 1985-2017 (Christina Larson/AP, 30/10/2018). Dari Beijing (Tiongkok), Pemerintah Tiongkok membolehkan perdagangan rino dan harimau langka (Christopher Bodeen/AP, 30/10/2018).

Senin (30/10/2018) Venesia di Italia, pintu masuk perdagangan rempah asal Maluku ke Eropa, abad 16-18 M, dilanda badai dan hujan. Kota itu seakan dilanda oleh air ketinggian hingga 156 cm (AP, 30/10.2018). Dari Johannesburg (Afrika Selatan), 27 negara di benua Afrika dilanda booming sekitar 60% pendududuk milenial dan minim lapangan pekerjaan (AP, 30/2018).

Dari Copenhagen (Denmark), European Environment Agency merilis hasil riset bahwa polusi udara memicu kematian prematur lebih dari satu setengah juta penduduk 28 negara di Uni Eropa tahun 2015. (Jan M. Olsen/AP, 29/10/2018). Pada Sabtu (27/10/2018) dari Berlin (Jerman), David Rising merilis : “Cry me a river: Low water levels causing chaos in Germany!” tentang kemerosotan debet air di Jerman akhir-akhir ini (27/10/2018).

Ledakan penduduk di Asia, Afrika dan Amerika Selatan memicu gelombang migrasi ribuan bahkan jutaan penduduk ke berbagai negara Amerika Utara, Uni Eropa, dan Asia Tenggara dan Tiongkok berpenduduk 1,3 miliar jiwa dan India berpenduduk 1,3 miliar jiwa tahun 2016.

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS  yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018).

Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor batu bara September 2018 (Reuters, 12/10/2018).

“Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih...” begitu lirik lagu Ebiet G. Ade. Demokrasi kita jangan mengembangbiakan korupsi yang merusak ekosistem Negara, merapuhkan daya saing SDM, memicu kemerosotan produksi, dan kerugian-kerugian Negara. Pemilu 2019 harus dapat melahirkan ‘anticipatory democracy’ demokrasi yang menghasilkan program, kebijakan, dan rekomendasi berupa legislasi dan regulasi yang melindungi segenap Bangsa dan seluruh tumpah darah serta mencerdaskan dan menyejahterakan Rakyat.

Menurut laporan Litbang Kompas (26/9/2018), Negara membiayai Pemilu 2019 sebesar Rp 38,2 triliun untuk Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilu, dan biaya keamanan. Biaya ini belum termasuk  total dana yang dikeluarkan oleh 7.968 calon anggota DPR/DPRD sekitar Rp 15,6 triliun pada Pemilu 2019. Tahun 2004-Juli 2018, 144 anggota DPR RI / DPRD, 71 bupati/walikota/wakil walikota, dan 18 gubernur di Negara RI terlibat kasus korupsi.

Oleh: Komarudin Watubun

Penerbit


Anticipatory Democracy & Pemilu Tahun 2019

Risiko bencana skala nasional dan global kini seakan tidak peduli dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok (Chris. Rugabuer/AP, 29/10/2018) dan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, saat penjualan senjata AS ke Arab Saudi senilai 110 miliar dollar AS yang mencipta 500.000 ribu lapangan kerja di AS (Reuters, 30/1/2018). Tragedi dan ancaman bencana alam seakan tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal ke-2 tahun 2018 mencapai 5,27% per tahun (Reuters, 6/8/2018) atau lonjakan ekspor minyak sawit dari Negara RI sebesar 4,25 juta ton pada September dari 4,01 juta ton pada Agustus 2018 (Bernadette Christina Munthe/Reuters 19/10.2018). Begitu pula inflasi Negara RI sekitar 2,88% pada Juni 2018 dan 3,23% pada Mei 2018 (Reuters, 29/6/2018) dan defisit perdagangan RI menurun karena ekspor bat ubara September 2018 (Reuters, 12/10/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita