• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Pembangunan Infrastruktur: Aset Sosial Ekonomi Rakyat

Kamis pagi (16/8/2018) pada HUT Ke-73 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Depan Sidang Bersama Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah di Ruang Rapat Paripurna Gedung Nusantara (Jakarta Pusat), Presiden RI Joko Widodo merilis Pidato Kenegaraan Presiden RI.

“Salah satu penyangga keberlanjutan pembangunan adalah ketersediaan infrastruktur. Selama empat tahun ini, infrastruktur dibangun secara masif dan merata di seluruh pelosok tanah air... Pelabuhan, bandara, rel kereta api, jalan, dan jalan tol dibangun terintegrasi dengan sentra-sentra pertumbuhan ekonomi daerah sehingga bisa memberi nilai tambah bagi pengembangan wilayah dan juga berdampak pada UMKM. Konektivitas yang makin tersambung akibat pembangunan infrastruktur bukan hanya akan membuat ekonomi kita lebih efisien dan berdaya saing, tapi juga akan mempersatukan kita sebagai Bangsa,” papar Presiden RI Joko Widodo (Humas Setkab RI, 16/8/2018).

Menurut Prof. (Ris). Dr. Hermawan Sulistyo, MA, APU, Peneliti Utama pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), bahwa kemajuan masyarakat pada banyak negara seperti Amerika Serikat dan Jepang selama ini, dan Tiongkok akhir-akhir ini, sangat bergantung pada dukungan infrastruktur dasar, teknologi, dan sains.

“Tentu saja bagus, kalau Pemerintah sukses membangun infrastruktur. Karena dampaknya pasti terasa oleh masyarakat sekitarnya. Kalau masyarakat di daerah tersebut berjualan di sepanjang pinggiran jalan tol atau pintu keluar-masuk tol, misalnya, ekonomi mereka pasti terbangun. Di seluruh dunia, masyarakat maju tergantung dari transportasi dan infrastruktur dasar, teknologi dan sainsnya. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang itu menjadi negara maju justru karena didukung oleh infrastrukturnya.  Saat ini, di Negara RI, jalan raya dan kereta api mulai membaik. Infrastruktur adalah aset Rakyat, yang mendorong pertumbuhan sosial ekonomi,” papar Prof. (Ris) Dr. Hermawan Sulistyo, MA, APU, alumnus S2 program studi Asia Tenggara, Masters of Arts bidang International Affairs (MAIA), Ohio University, Athens-OH, Amerika Serikat dan S3  Department of History, Arizona State University, Tempe-Az, Amerika Serikat (AS) kepada Staging-Point.Com, Selasa (6/11/2018) di Bakoel Koffie Jln. Cikini No.25 Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

Jumat siang (24/8/2018) pada pembukaan Musyawarah Nasional ke-2 Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) di Istana Negara (Jakarta), Presiden RI Joko Widodo merilis dasar dan arah kebijakan sektor infrastruktur Negara RI selama 4 (empat) tahun terakhir. “Karena ini (infrastruktur, red) merupakan fundamental yang tidak bisa kita tinggal... Stok infrastruktur kita terakhir, saya lihat 37%, jauh sekali dengan negara-negara lain...Apakah kita bisa bersaing dengan negara-negara lain dengan kondisi seperti ini? Saya jawab, tidak mungkin,” papar Presiden RI Joko Widodo (Setkab RI, 14/8/2018).

Prof. (Ris). Dr. Hermawan Sulistyo melihat bahwa manfaat pembangunan infrastruktur bagi Rakyat harus terukur pula pada masyarakat sekitarnya. “Pembangunan infrastruktur itu harus memberi keuntungan langsung kepada masyarakat sekitarnya. Misalnya, membangun jalan tol, harus dipikirkan daerah-daerah yang dilalui dan perhentian-perhentian yang membuka akses ekonomi masyarakat. Meskipun ada yang letaknya strategis, seperti Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, namun pelaksanaan proyeknya kurang terurus. Solusinya, komitmen Pemerintah untuk bergerak cepat dan tuntas, perlu sejalan dengan kinerja para menteri,” ungkap  Prof. (Ris). Dr. Hermawan Sulistyo.

Kamis pagi (16/8/2018) di Depan Sidang Bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan Dewan Perwakilan Daerah di Ruang Rapat Paripurna Gedung Nusantara (Jakarta Pusat), Presiden RI Joko Widodo merilis data pembangunan infrastruktur 4 (empat) tahun terakhir.

“Tol laut terus kita kuatkan konektivitasnya dengan pembangunan dan pengembangan pelabuhan, yang dari tahun 2015 sampai 2017 sudah mencapai 477 lokasi. Antara tahun 2015 sampai 2017, sudah terbangun jalur kereta api yang panjang akumulatif-nya sekitar 369 kilometer spoor rel kereta, sudah terbangun 11 bandara baru, dan 397 kilometer jalan tol yang sudah operasional. .. Begitu juga saat Pemerintah membangun waduk, bendungan, dan irigasi agar petani-petani di seluruh Indonesia dapat melakukan panen lebih dari satu kali, yang akan membantu bangsa Indonesia mencapai ketahanan pangan,” papar Presiden RI Joko Widodo (Humas Setkab RI, 16/8/2018). 

Oleh: Fens Alwino (Jakarta)

Penerbit


Ekonomi RI & Potensi Resesi AS

Akhir 2018, Pemerintah RI siap menanda tangan kesepakatan investasi dan perdagangan bebas dengan Swiss, Liechtenstein, Norwegia dan Iceland (negara EFTA). Total nilai perdagangan RI-EFTA tahun 217 mencapai 2,4 miliar dollar AS dengan surplus sekitar 212 juta dollar AS. (Bernadette Christina Munthe/Reuters, 24/11/2018). Berikutnya, awal November 2018, Pemerintah RI berupaya menyepakati ekspor senilai 1,5 miliar dollar AS CPO per tahun ke Pakistan (Reuters, 8/11/2018). Total produksi minyak sawit RI tahun 2018 mencapai 42 juta ton (Fransiska Nango, 2/11/2018). Di Jakarta, perusahan Korea Selatan, seperti Parkland, LS Cable & System Asia Ltd, Sae-A Trading, Taekwang Industrial Co Ltd, World Power Tech and InterVet, Hyundai Engineering & Construction Co Ltd, Doosan Heavy Industries & Construction Co Ltd, Midland Power Co Ltd, POSCO Engineering & Construction Co Ltd and Hyundai Engineering Co Ltd, membuat 15 MoU dan 6 komitmen investasi di Negara RI (Reuters, 11/9/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita