• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Industri 4.0: Kesiapan SDM & Kepemimpinan

Rabu pagi (4/4/2018) di Cendrawasih Hall, JCC Senayan (Jakarta), Presiden RI Joko Widodo merilis program Agenda Nasional Bangsa Indonesia Making Indonesia 4.0 pada peresmian Industrial Summit 2018. “Dan mulai hari ini, Making Indonesia 4.0  saya tetapkan sebagai salah satu Agenda Nasional Bangsa Indonesia dan Kementerian Perindustrian akan menjadi leading sector untuk  agenda ini. Dan saya minta pada kementerian dan lembaga lainnya, pemerintah daerah dan pelaku-pelaku usaha untuk mendukung penuh program ini sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing demi kesuksesan dan kemajuan bangsa yang kita cintai ini,” papar Presiden RI Joko Widodo (Setkab RI, 4/4/2018).

Fokus Pemerintah saat ini ialah industri makanan dan minuman, elektronik, otomotif, tekstil, dan kimia. “Sebagai langkah awal dalam menjalankan “Making Indonesia 4.0”, terdapat lima industri yang menjadi fokus implementasi Industri 4.0 di Indonesia, yaitu makanan dan minuman, tekstil, otomotif, elektronik dan kimia. Lima industri ini merupakan tulang punggung dan diharapkan membawa efek ungkit yang besar dalam hal daya saing dan kontribusinya terhadap ekonomi Indonesia menuju sepuluh besar ekonomi dunia di 2030,” papar Presiden RI Joko Widodo pada Pembukaan Indonesia Industrial Summit Tahun 2018 dan “Making Indonesia 4.0” di JCC, Jakarta, Rabu (4/4/2018) (Humas Setkab RI, 4/4/2018).

Prof. Dr. Mukhneri Mukhtar, M.Pd, Kaprodi Manajemen Pendidikan S3 di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di Jakarta, melihat bahwa dua isu strategis Industri 4.0 ialah kesiapan SDM (sumber daya manusia) Negara RI dan kepemimpinan di berbagai level untuk mengelola peluang Industri 4.0 dan mengatasi risiko-risikonya guna meraih kebaikan umum Bangsa.

“Kebutuhan SDM di sektor Industri 4.0 ialah modern technology application, integration network systems, internet of things, advanced robotics, artificial intelligence, virtual and augmented reality, additive manufacturing,  dan distributed manufacturing. Ini tantangan kita saat ini. Saya kutip dua sumber data SDM kita yaitu (1) laporan WEF Global Human Capital Index (2017) tentang Human Capital Index dari 130 negara. SDM Negara RI berada di peringkat ke-65 dan berada di bawah negara-negara Asia lainnya seperti Malaysia 33, Thailand 40, dan Vietnam 44; (2) data BPS (2016) tentang komposisi ketenaga-kerjaan Negara RI yakni jumlah penduduk usia kerja sebanyak 195.550.000 orang; angkatan kerja sebanyak 133.940.000; bukan angkatan kerja sebanyak 59.610.000; tingkat pengangguran terbuka lulusan SD sebanyak 2,6%, SMP 5,18%, SMA 7,19%, SMK 8,92%, Diploma 7,92%, Universitas 6,31%.  Hingga tahun 2017, sebesar 42%  tenaga kerja Negara RI adalah lulusan SD, 66% lulusan SD-SMP, dan 82% lulusan SD-SMP-SMA/SMK,” ungkap Prof. Dr. Mukhneri Mukhtar kepada Staging-Point.Com, Rabu (7/11/2018) di Aula Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta.

Menurut Prof. Dr. Mukhneri Mukhtar, saat ini Bangsa Indonesia membutuhkan standar kepemimpinan di berbagai level untuk mengelola peluang Industri 4.0 dan mengatasi risiko-risikonya. “Saat ini, Bangsa Indonesia membutuhkan kepemimpinan untuk mengelola peluang Industri 4.0, mengatasi risiko-risikonya dan meraih kebaikan umum seperti kesejahteraan Rakyat, kecerdasan Bangsa, perlindungan segenap Bangsa dan seluruh tumpah darah, dan terciptanya tata-masyarakat yang adil dan damai,” papar Prof. Dr. Mukhneri Mukhtar.

Prof. Dr. Mukhneri Mukhtar menyebut contoh robot. “Pada era Industri 4.0,  robot–robot mengambil alih peran dan kerja manusia. Robot mengefisienkan pekerjaan, meningkatkan kinerja dan produktivitas, dan meminimalkan risiko kesalahan. Maka kebutuhan masyarakat ialah robot dan peralatan teknologi seperti komputer. Dalam hal ini, tugas pemimpin ialah mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman robotisasi guna meraih tujuan kebaikan umum Bangsa Indonesia. Pemimpin harus mampu menerapkan strategi SDM-nya sesuai kemampuan dan keahlian di sektor Industri 4.0. Inti kepemimpinan ialah membuat keputusan-keputusan khususnya di sektor power-connection seperti information-power dan technology-power serta integrated-network unsur pokok Industri 4.0 seperti mobile-devices, Big Data, agloritma, dan lain-lain,” papar Prof. Dr. Mukhneri Mukhtar.

Jumat (2/2/2018) di Jakarta, Presiden RI Joko Widodo menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 2 Tahun 2018 tentang Kebijakan Industri Nasional Tahun 2015-2019. Perpres ini diundangkan di Jakarta, (6/2/2018) pada Lembaran Negara RI No. 8 Tahun 2018. Perpres ini juga melaksanakan ketentuan Pasal 12 ayat (5) Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian dan Pasal 3 ayat (4) Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional Tahun 2015-2035.

Oleh: Fens Alwino (Jakarta)

Penerbit


Ekonomi RI & Potensi Resesi AS

Akhir 2018, Pemerintah RI siap menanda tangan kesepakatan investasi dan perdagangan bebas dengan Swiss, Liechtenstein, Norwegia dan Iceland (negara EFTA). Total nilai perdagangan RI-EFTA tahun 217 mencapai 2,4 miliar dollar AS dengan surplus sekitar 212 juta dollar AS. (Bernadette Christina Munthe/Reuters, 24/11/2018). Berikutnya, awal November 2018, Pemerintah RI berupaya menyepakati ekspor senilai 1,5 miliar dollar AS CPO per tahun ke Pakistan (Reuters, 8/11/2018). Total produksi minyak sawit RI tahun 2018 mencapai 42 juta ton (Fransiska Nango, 2/11/2018). Di Jakarta, perusahan Korea Selatan, seperti Parkland, LS Cable & System Asia Ltd, Sae-A Trading, Taekwang Industrial Co Ltd, World Power Tech and InterVet, Hyundai Engineering & Construction Co Ltd, Doosan Heavy Industries & Construction Co Ltd, Midland Power Co Ltd, POSCO Engineering & Construction Co Ltd and Hyundai Engineering Co Ltd, membuat 15 MoU dan 6 komitmen investasi di Negara RI (Reuters, 11/9/2018). ... Baca selanjutnya

img

Jurnal

Berita