• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Lukisan Gua Kuno Singkap Astronomi

Gambar-gambar atau lukisan berupa simbol hewan-hewan di gua-gua negara seperti Turki (gua Gobekli Tepe), Spanyol, Perancis (Lascaux Shaft Scene), dan Jerman kini diteliti dan dikaji oleh para ahli.

Gambar-gambar pada gua-gua itu merupakan tanda-tanda peristiwa dan waktu, misalnya, serangan komet kira-kira 11.000 SM, pada lukisan gua di Gobekli Tepe (Turki). Begitu pula lukisan seorang yang sekarat dan beberapa hewan pada gua di Lascaux Shaft Scene, Perancis, diduga peringatan serangan komet 15.200 tahun silam (University of Edinburgh, 27/11/2018)

Begitu hasil riset dan kajian ahli pada Universitas Edinburgh (Skotlandia) dan Universitas Kent (Inggris) terhadap gambar simbol hewan pada gua dari era Palaelithicum dan Neilithicum di Turki, Spanyol, Perancis, dan Jerman (gua Lion-Man Hohlenstein-Stadel Cave 38.000 SM).

Beberapa lukisan dan gambar-gambar gua (cave art/paintings) ribuan tahun silam menunjukan pengetahuan astronomi orang-orang zaman dulu. Misalnya gambar pada gua-gua di zona Eropa tidak hanya menggambarkan hewan-hewan liar. Simbol hewan pada lukisan-lukisan itu menggambarkan tata letak bintang di angkasa malam hari (Athens Journal of History, 2018).

Riset dan kajian para ahli itu menyingkap pula era manusia ribuan tahun silam memiliki pengetahuan dan pencatatan tentang posisi bintang-bintang di angkasa dan pergeserannya selama ribuan tahun. Manusia zaman dulu telah memahami dampak pergeseran gradual poros rotasi bumi. Fenomena ini (procession of equinoxe) ditemukan oleh ahli asal Yunani Kuno.

“Early cave art shows that people had advanced knowledge of the night sky within the last ice age. Intellectually, they were hardly any different to us today. These findings support a theory of multiple comet impacts over the course of human development, and will probably revolutionise how prehistoric populations are seen,” ungkap Dr. Martin Sweatman, ketua tim riset, ahli fisika teori khususnya Carbon Capture and Separation Processes dan Systems Modelling from Atoms to Processes, dan alumnus S3 asal Universitas Bristol tahun 1995. 

Oleh: Sources/Servas Pandur