• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Liputan Bencana Berbekas Dalam Mental Anak

Peliputan pers dan media sosial tentang bencana yang menelan korban jiwa manusia memengaruhi kesehatan mental anak-anak, tidak hanya di sekolah, tetapi juga respons anak-anak terhadap bencana (disaster) masa datang. Begitu hasil riset kandidat doktor Jennifer M. First, Brian Houston, associate professor komunikasi dan kesehatan masyarakat di University of Missouri (MU), dan Laura Danforth, assistant professor karya sosial di University of Arkansas dan mahasiswi MU di Amerika Serikat (Science Daily, 6/12/2018).

Tim peneliti menanyakan persiapan 42 guru menghadapi liputan pers dan media sosial tentang bencana, serta teknik para guru membantu para siswa menghadapi ketakutan dan kegelisahan ketika membaca atau menyaksikan liputan bencana.  Hasil riset itu dirilis School Mental Health. (J. Brian Houston, et al, “Student Coping with the Effects of Disaster Media Coverage: A Qualitative Study of School Staff Perceptions”, School Mental Health, 2018).

Tim peneliti itu menyarankan agar para guru dan orang tua harus siap menjawab pertanyaan anak-anak selama dan setelah terjadi bencana yang diliput oleh pers dan media sosial, seperti kebakaran hutan di California, Hurricanes di Florida, dan penembakan di sekolah-sekolah Amerika Serikat tahun 2018. “Teachers spend seven to eight hours a day with children. They often are the first responders, both directly and indirectly. Images of disasters stay with kids for a long time. That's why it's important to be prepared and offer helpful coping methods,” ungkap Jennifer M. First, manajer program The Disaster and Community Crisis Center dan kandidat doktor MU School of Social Work. (University of Missouri-Columbia, 6/12/2018).

The Disaster and Community Crisis Center pada University of Missouri mengembangkan program persiapan, pemulihan dan resiliensi anak-anak, keluarga, sekolah dan masyarakat yang terkena bencana serta program panduan membicarakan bencana dengan anak-anak. “We believe that our guidelines offer a solid place for teachers and parents to learn about children's emotions during these times,” ungkap J. Brian Houston, direktur The Disaster and Community Crisis Center pada MU (University of Missouri, 2018). 

Oleh: Servas Pandur