• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Curah Hujan Musim Dingin Makin Tinggi di Zona Artic

Perubahan iklim memicu curah hujan musim dingin (winter-rain) makin tinggi di zona Artic. Sehingga makin banyak hujan masuk ke bagian bawah lapisan salju (snowpack).  “Santa Claus take note: Winter is coming, but get yourself a raincoat!” Begitu para ahli biologi, meteorologi, dan geofisika asal Norwegian University of Science and Technology (NTNU) melabel zona Artic awal abad 21 (NTNU, 13/12/2018).

Tim ahli NTNU itu mengkaji data cuaca dan massa salju 2.539 snowpack selama 16 tahun pada pantai Ny-Ålesund dan Nordenskiöld Land (20 km selatan stasiun meteorologi Svalbard Airport, Longyearbyen) di pulau Spitsbergen dan rata-rata suhu udara per hari dan curah hujan dari 5 stasiun Svalbard, kepulauan Artic guna menemukan pola hujan musim dingin lintas ruang dan waktu (NTNU, 2018).

Hasilnya, semakin banyak hujan salju (winter-rain) yang membeku di bawah snowpack, dan makin banyak es di zona Svalbard. Rata-rata curah hujan musim dingin di pantai lebih tinggi dua kali rata-rata curah hujan di pusat daratan pulau. Sehingga ‘basal ice’ –lapisan es-- lebih tebal di pantai.  Hasil kajian ini dirilis oleh Environmental Research Letters Desember 2018.

As winters get warmer and wetter in the Arctic, it will be interesting to observe the patterns in basal icing when the snowpack melts completely and the ground surface thaws. However, because the Arctic is warming most rapidly on Svalbard, it's a bellwether of things to come for ecosystems in other regions of the high Arctic," papar Bart Peeters, kandidat doktor pada Centre for Biodiversity Dynamics, NTNU, dan ketua riset ini (NTNU, 2018).

Zona Artic merupakan wilayah paling rawan terpengaruh oleh perubahan iklim selama ini. Misalnya, suhu meningkat cepat di zona ini, jika dibanding dengan zona lain di planet bumi. Menurut riset ekolog Brage Bremset Hansen (NTNU) et al (Science, 2013), pembentukan es ekstrim musim dingin mencegah tikus, rusa dan ptarmigan mendapatkan makanan sehingga populasinya merosot; rubah Artic meningkat karena memangsa hewan-hewan mati. Namun, tahun-tahun berikutnya, populasi rubah sulit mendapatkan sumber-sumber makanan. 

Oleh: Servas Pandur

Penerbit


ECO-DEMOKRASI

Demokrasi yang terpimpin oleh hikmat kebijaksanaan dapat mengelola alam-alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa secara arif untuk kesejahteraan Rakyat dan sehat lestarinya ekosistem Negara, kecerdasan Bangsa, perlindungan segenap Bangsa dan seluruh tumpah darah dan ketertiban dunia berdasarkan keadilan, kemerdekaan, dan perdamaian. Rakyat tidak hanya berpartisipasi dalam Pemilu, tetapi juga berpartisipasi dalam antisipasi krisis dan tantangan masa datang. Dalam hal ini, upaya-upaya membangun Negara adalah setiap keputusan dan program kerja yang berkaitan dengan sesuatu yang benyawa yakni Rakyat, bumi, air, dan kekayaan alam. Maka sehat atau tidaknya suatu praktek demokrasi dapat diukur dari jejak-ekologisnya (ecological footprint) pada ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. ... Baca selanjutnya

img

Jurnal IPTEK

Berita