• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


66 Spesies Asing Ancam Keragaman Hayati Eropa

Sekitar 66 spesies asing (invasive alien species/IAS) mengancam keragaman hayati dan ekosistem di Eropa awal abad 21. Begitu hasil kajian 43 ahli ekologi dan hidrologi dari seluruh Eropa yang didanai oleh European Commission dan dipimpin oleh Profesor Helen Roy dari Centre for Ecology & Hydrology (CEH) di Inggris, yang dirilis oleh jurnal Global Change Biology edisi Desember 2018 (Centre for Ecology & Hydrology, 13/12/2018).

Tim ahli itu menyimpulkan bahwa dari 239 spesies asing yang mengancam keragaman hayati zona Eropa menurut Uni Eropa awal abad 21, sebanyak 8 spesies asing yang berisiko sangat tinggi (very high risk), 40 spesies asing berisiko tinggi (high risk), dan 18 spesies asing yang berisiko sedang (medium risk) (H.E.Roy, S. Bacher et al., Current Biology, 2018).

Beberapa IAS berisiko sangat tinggi terhadap keragaman hayati Eropa, antara lain, Channa argus, spesies ikan asal selatan dan tenggara Tiongkok;  kerang emas Limnoperna fortunei asal Tiongkok dan Asia Tenggara; udang karang Orconectes rusticus asal Amerika Serikat; lele belut bergaris Plotosus lineatus asal Lautan India; siput Crepidula onyx asal pantai selatan California dan Pantai Pacific Meksiko;  rubah Sciurus niger asal Amerika utara dan tengah; dan rumput laut hijau Codium parvulum asal Lautan Indo-Pasifik (Current Biology, 2018).

Tim peneliti menggunakan suatu pendekatan ‘horizon-scanning’ (skala kontinen, kelompok taksonomik dan lingkungan) guna membuat ranking daftar potensi IAS pada spesies tanaman, invertebrata terestrial, spesies laut, invertebrata air tawar dan vertebrata. Selama ini, CEH memadukan riset lahan (land), ekosistem air tawar, dan interaksinya dengan atmosfer.

Perihal riset itu, Profesor Helen Roy menyatakan : “Preventing the arrival of invasive alien species is the most effective way of managing invasions. Predicting which species are likely to arrive and survive in new regions involves considering many interacting ecological and socio-economic factors including climate but also patterns of trade. Our collaborative approach involving experts spanning many disciplines has been critical to achieve the ranked list of alien species that pose the greatest threat to European biodiversity.” (CEH, 2018).

 

Oleh: Servas Pandur

Penerbit


ECO-DEMOKRASI

Demokrasi yang terpimpin oleh hikmat kebijaksanaan dapat mengelola alam-alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa secara arif untuk kesejahteraan Rakyat dan sehat lestarinya ekosistem Negara, kecerdasan Bangsa, perlindungan segenap Bangsa dan seluruh tumpah darah dan ketertiban dunia berdasarkan keadilan, kemerdekaan, dan perdamaian. Rakyat tidak hanya berpartisipasi dalam Pemilu, tetapi juga berpartisipasi dalam antisipasi krisis dan tantangan masa datang. Dalam hal ini, upaya-upaya membangun Negara adalah setiap keputusan dan program kerja yang berkaitan dengan sesuatu yang benyawa yakni Rakyat, bumi, air, dan kekayaan alam. Maka sehat atau tidaknya suatu praktek demokrasi dapat diukur dari jejak-ekologisnya (ecological footprint) pada ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. ... Baca selanjutnya

img

Jurnal IPTEK

Berita