• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


‘Pertanian Cerdas Iklim’ Abad 21

“Pertanian cerdas iklim” (Climate-Smart Agriculture/CSA) dapat meningkatkan hasil panen, mengurangi dampak dan risiko cuaca ekstrim dan mengurangi emisi gas rumah kaca (Green-House-Gas/GHG). Begitu hasil riset tim ahli CIAT di Amerika Tengah, Afrika dan Asia tentang peluang petani dan lingkungan di tengah perubahan iklim dan pemanasan global dewasa ini (International Center for Tropical Agriculture (CIAT), 6/12/2018).

Hasil riset dan kajian International Center for Tropical Agriculture (CIAT ) itu melaporkan bahwa petani kakao—bahan pokok coklat--gagal panen di Nikaragua; hasil padi merosot akibat lonjakan suhu dan salinitas di Vietnam; kacang dan jagung mati akibat kekeringan pada musim dingin. Perubahan iklim dan rapuhnya tata kelola lahan pertanian dapat diatasi oleh penerapan CSA yang meningkatkan hasil panen dan pendapatan petani serta ramah lingkungan. Hasil riset dan kajian CIAT ini dirilis oleh Plos One edisi 19 November 2018.

“Engaging multiple stakeholders, including the private sector, is crucial in ensuring the widespread and sustained implementation of climate-resilient strategies,” papar biolog dan ahli lahan dan lingkungan asal Columbia, Margarita Astralaga, Direktur The Environment, Climate, Gender and Social Inclusion Division pada the International Fund for Agricultural Development (IFAD), yang menyandang dana riset CIAT ini (Science Daily, 6/12/2018).

CIAT meneliti 10 isu perubahan iklim yang dihadapi oleh para petani di Afrika, Asia, dan Amerika Selatan. CIAT menyusun proposal dan program CSA, misalnya, rotasi ladang padi dengan kacang di Vietnam (Asia), kontrol hama kakao di Nikaragua (Amerika Selatan), dan penanaman varietas kacang dan jagung tahan kekeringan di Uganda (Afrika). Hasilnya, RoI (Return on Investment) berkisar 17-590 % bagi petani dan investor selama 1-8 tahun.

“In addition, if the area suffers from extreme climate events, targeted assistance must consider the socioeconomic and cultural realities of farmer groups if the practices are to be widely adopted,” ungkap Le Lan, peneliti pada University of Western Australia (Australia) yang memimpin riset CIAT ini (CIAT, 6/2/2018).

Oleh: Servas Pandur