• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Tata Kelola DAS : Simbiosis Mutualisme

Rabu (14/3/2018) di Jakarta, Presiden RI Joko Widodo menetapkan Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres RI) No. 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum.

Selasa sore (16/1/2018) di Grha Wiksa Praniti, Puslitbang Perumahan dan Pemukiman Kementerian PUPR, Bandung (Jawa Barat), Presiden RI Joko Widodo yang didampingi oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, memimpin Rapat Terbatas (Ratas) ke-14 tentang revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

“Dalam Rapat Terbatas sore hari ini, saya ingin penataan Sungai Citarum harus segera dilakukan dan jangan ditunda-tunda lagi! Dan ini nantinya akan kita pakai untuk contoh bagi DAS-DAS yang lain, yang menyangkut hajat hidup masyarakat banyak. Akan kita mulai penanganannya mulai dari hulu, tengah, sampai hilir. Di hulu isinya catchment area, harus dikerjakan. Yang di tengah, ada pabrik-pabrik yang kita tahu semuanya air limbahnya masuk ke Citarum, dan yang paling hilir tentu saja ini juga harus kita kerjakan,” papar Presiden RI Joko Widodo (Humas Setkab RI, 16/1/2018).

Ratas ke-14 Revitalisasi DAS Citarum itu dihadiri oleh Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan,  Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri LHK Siti Nurbaya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Jaksa Agung HM Prasetyo, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi  Tjahjanto, Kapolri Tito Karnavian, dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Humas Setkab RI, 16/1/2018).

Khaerunnisa, ST.,M,Eng.,Ph.D, dosen Arsitektur Universitas Atma Jaya di Yogyakarta, melihat bahwa model tata kelola DAS di negara-negara lain lazimnya menerapkan prinsip simbiosis mutualisme antara masyarakat dan lingkungannya dan pemanfaatan dan pelestarian DAS.

“Model tata kelola DAS di negara lain biasanya menerapkan prinsip simbiosis mutualisme yakni ada kesembangan antara pemanfaatan dan pelestarian DAS; DAS sehat lestari dan masyarakat khususnya sekitar DAS memperoleh manfaat dan nilai dari perawatan DAS,” ungkap Khaerunnisa, ST.,M,Eng.,Ph.D, alumnus S2 (magister) Engineering of Sustainable Energy and Environment Engineering, Osaka University (Jepang) dan S3 (Doctor of Philosophy) bidang Sustainable Energy and Environment Enggineering di Osaka University (Jepang) kepada Staging-Point.Com, Minggu (23/9/2018) di Universitas Atma Jaya, Yogyakarta.

Khaerunnisa, Ph.D menyebut satu contoh model tata kelola simbiosis mutualisme DAS. “Di Kalimantan, DAS adalah ruang-terbuka atau public space; masyarakat memanfaatkan sungai, rawa, atau daerah aliran sungai sebagai lahan usaha perikanan; masyarakat merawat sungai dan memperoleh pendapatan dari usaha perikanan beje; masyarakat mendapat akses gizi dari sektor perikanan. Jadi, ada keseimbangan antara pemanfaatan dan perawatan DAS yang sehat dan lestari; masyarakat sehat dan ekosistem juga sehat lestari,” papar Khaerunnisa, Ph.D.

Model tata kelola DAS dengan prinsip simbiosis mutualisme, menurut Khaerunnisa, Ph.D, dapat diterapkan melalui proses sustainable decision making atau pembuatan keputusan yang menghasilkan manfaat keberlanjutan nilai masyarakat, lingkungan, dan nilai-nilai ekonomi.

“Tata kelola DAS dengan prinsip simbiosis mutualisme perlu melibatkan semua pihak terkait atau stakeholders seperti lembaga-lembaga bidang tata ruang, kesehatan, lingkungan, sosial ekonomi, dan masyarakat; Pembuatan keputusan dan kordinasi dilakukan dari sudut pandang keberlanjutan nilai-nilai masyarakat, ekonomi, dan lingkungannya agar DAS menjadi ruang-terbuka yang hidup, sehat, lestari, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Khaerunnisa, Ph.D.

Kamis (22/2/2018) di hulu Sungai Citarum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung (Jawa Barat), Presiden RI Joko Widodo merilis arah program kebijakan Revitalisasi Aliran Sungai (DAS) Citarum. Revitalisasi DAS Citarum akan dijadikan contoh tata-kelola DAS-DAS lainnya di Negara RI (Humas Setkab RI, 22/2/2018). “Ini (DAS Citarum, red.) nantinya akan kita pakai untuk contoh bagi DAS-DAS yang lain yang menyangkut hajat hidup masyarakat banyak...Kuncinya ada di integrasi semua kementerian, semua lembaga, pemerintah pusat, pemerintah daerah, provinsi, kabupaten, maupun kota,” papar Presiden RI Joko Widodo usai menanam pohon Manglid di Situ Cisanti, Desa Tarumajaya (Humas Setkab RI, 16/1/2018).

Oleh: Jefri Moa (Yogyakarta)