• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Teleskop Antariksa Deteksi Air Di Asteroid

Untuk pertama kalinya, air pada sejumlah asteroid dapat dideteksi melalui satelit infra merah oleh tim ahli asal Jepang yaitu Asisten Profesor Fumihiko Usui (Graduate School of Science, Kobe University), Associate Senior Researcher Sunao Hasegawa, Aerospace Project Research Associate Takafumi Ootsubo (Institute of Space and Astronautical Science, Japan Aerospace Exploration Agency), dan Profesor Emeritus Takashi Onaka (Graduate School of Science, University of Tokyo) (Kobe University, 17/12/2018).

Satelit infra merah yang diluncurkan pada Februari 2006, dilengkapi dengan kamera infra merah (Infrared Camera/IRC) yang memungkinkan tim ahli itu mencapai spektra pada gelombang-panjang infra merah dari 2-5 mikrometer. Sehingga untuk pertama kalinya, keberadaan air berupa mineral-mineral mengandung air pada sejumlah asteroid dapat dideteksi oleh manusia (Science News, 18/12/2018).

Penemuan ini membantu pemahaman tentang sistem distribusi air di sistem tata-surya, evolusi asteroid, dan asal usul air di planet bumi. Hasil riset ini telah dirilis oleh edisi online Publications of the Astronomical Society of Japan (Fumihiko Usui, Sunao Hasegawa, Takafumi Ootsubo, and Takashi Onaka, “AKARI/IRC Near-Infrared Asteroid Spectroscopic Survey: AcuA-spec”, Publications of the Astronomical Society of Japan, 2018).

Asteroid diduga termasuk satu dari pembawa air ke planet bumi. Di asteroid, air tersimpan sebagai mineral-mineral terhidrasi, yang dihasilkan oleh reaksi-reaksi kimiawi air dan batuan anhidrad (aqueous alteration). Mineral terhidrasi stabil bahkan di atas suhu sublimasi es air. Jadi, tim ahli itu meneliti mineral terhidrasi di asteroid (Kobe University, 17/12/2018).

“By solving this puzzle, we can make a significant step towards identifying the source of Earth's water and unveiling the secret of how life began on Earth,” ungkap Dr. Fumihiko Usui (Kobe University, 17/12/2018). Asteroid adalah planet ukuran kecil dalam Tata Surya, yang berbeda dengan komet (berekor) dan lebih besar dari meteoroid. Hingga awal abad 21, diperkirakan ada jutaan asteorid dalam Tata Surya (NASA, 2010). 

Oleh: Servas Pandur

Penerbit


ECO-DEMOKRASI

Demokrasi yang terpimpin oleh hikmat kebijaksanaan dapat mengelola alam-alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa secara arif untuk kesejahteraan Rakyat dan sehat lestarinya ekosistem Negara, kecerdasan Bangsa, perlindungan segenap Bangsa dan seluruh tumpah darah dan ketertiban dunia berdasarkan keadilan, kemerdekaan, dan perdamaian. Rakyat tidak hanya berpartisipasi dalam Pemilu, tetapi juga berpartisipasi dalam antisipasi krisis dan tantangan masa datang. Dalam hal ini, upaya-upaya membangun Negara adalah setiap keputusan dan program kerja yang berkaitan dengan sesuatu yang benyawa yakni Rakyat, bumi, air, dan kekayaan alam. Maka sehat atau tidaknya suatu praktek demokrasi dapat diukur dari jejak-ekologisnya (ecological footprint) pada ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. ... Baca selanjutnya

img

Jurnal IPTEK

Berita