• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Infrastruktur : Perkuat Manfaat Sosio-Ekonomi-Lingkungan

Senin (12/02/2018) pada Sidang Kabinet Paripurna Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2019 di Istana Negara (Jakarta),  Presiden RI Joko Widodo, yang didampingi oleh Wapres RI Jusuf Kalla, merilis arah Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2019. “Tahapan kedua setelah pembangunan infrastruktur di kerja besar kita adalah pembangunan sumber daya manusia. Kementerian-kementerian harus mulai merancang apa yang akan dikerjakan dalam kerja besar pembangunan sumber daya manusia,” papar Presiden RI Joko Widodo (PresidenRI.go.id, 12/2/2018).

Jumat siang (24/8/2018) pada pembukaan Musyawarah Nasional ke-2 Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) di Istana Negara (Jakarta), Presiden RI Joko Widodo merilis dasar dan arah kebijakan sektor infrastruktur Negara RI selama 4 (empat) tahun terakhir. “Karena ini (infrastruktur, red) merupakan fundamental yang tidak bisa kita tinggal... Stok infrastruktur kita terakhir, saya lihat 37%, jauh sekali dengan negara-negara lain...Apakah kita bisa bersaing dengan negara-negara lain dengan kondisi seperti ini? Saya jawab, tidak mungkin,” papar Presiden RI Joko Widodo (Setkab RI, 14/8/2018).

Dr. Andreo Wahyudi Atmoko, M.Si, staf pengajar pada Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Indonesia (UI) di Jakarta melihat bahwa pembangunan infrastruktur harus dapat saling-mendukung dengan bidang-bidang lain seperti sosial, ekonomi dan lingkungan sebagai wujud kehadiran Negara melayani hak dan kebutuhan warga negara di Negara RI.

“Sejauh ini, pembangunan infrastruktur kita masih fokus pada fungsi mobilitas orang dan barang. Misalnya, infrastruktur melayani kelancaran dan kemudahan saat Lebaran atau Tahun Baru. Itu adalah fungsi sosial infrastruktur musiman; fungsi pertumbuhan ekonominya belum kelihatan. Maka harus dibangun infrastruktur yang saling-mendukung dan berkelanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Misalnya, pembangunan telekomunikasi, teknologi, riset, dan lab-lab Rakyat yang menghasilkan pengetahuan dan keahlian Sumber Daya Manusia (SDM) Bangsa Indonesia dan terintegrasi dengan sistem sosial-ekonomi-lingkungan secara berkelanjutan,” papar Dr. Andreo Wahyudi Atmoko, alumnus S2 (2002) dan alumnus S3 (2009) bidang Ilmu Administrasi di Universitas Indonesia (UI) kepada Staging-Point.Com, Selasa (18/12/2018) di Lt. 7 Kampus Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie, Jakarta.

Kamis pagi (16/8/2018) pada HUT Ke-73 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Depan Sidang Bersama Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah di Ruang Rapat Paripurna Gedung Nusantara (Jakarta Pusat), Presiden RI Joko Widodo merilis Pidato Kenegaraan Presiden RI

“Salah satu penyangga keberlanjutan pembangunan adalah ketersediaan infrastruktur. Selama empat tahun ini, infrastruktur dibangun secara masif dan merata di seluruh pelosok tanah air... Pelabuhan, bandara, rel kereta api, jalan, dan jalan tol dibangun terintegrasi dengan sentra-sentra pertumbuhan ekonomi daerah sehingga bisa memberi nilai tambah bagi pengembangan wilayah dan juga berdampak pada UMKM. Konektivitas yang makin tersambung akibat pembangunan infrastruktur bukan hanya akan membuat ekonomi kita lebih efisien dan berdaya saing, tapi juga akan mempersatukan kita sebagai Bangsa,” papar Presiden RI Joko Widodo (Humas Setkab RI, 16/8/2018).

Dr. Andreo Wahyudi Atmoko melihat kendala (pembatas) pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan saling-dukung berbagai bidang. “Dua tantangan pembangunan infrastruktur yang saling-dukung SDM dan sumber daya alam (SDA) secara berkelanjutan umumnya yaitu (1) pembatas level lokal, seperti Perda cenderung kurang pro-investasi untuk pertumbuhan berkelanjutan sosial-ekonomi-lingkungan; birokrasi berbelit-belit dan banyak pungutan; (2) sedangkan pembatas level global antara lain krisis global dan kendala aliran investasi skala global ke zona Negara RI dan sejenisnya,” papar Dr. Andreo Wahyudi Atmoko.

Dr. Andreo Wahyudi Atmoko menyebut sejumlah solusi pembangunan infrastruktur yang menghasilkan investasi nilai sosial-ekonomi-lingkungan secara berkelanjutan. “Pembangunan infrastruktur yang menghasilkan nilai sosial-konomi-lingkungan secara berkelanjutan harus mengadopsi konsep dan prinsip-prinsip dasar pembangunan terpadu berkelanjutan antara nilai atau manfaat sosial-ekonomi-lingkungan dari SDM-SDA; hal kedua ialah efisiensi tata-kelola dengan memutus mata-rantai birokrasi berbelit dan korup; hal ketiga ialah aksi nyata melaksanakan peraturan dan kebijakannya; karena itulah bukti kehadiran langsung Negara melayani hak dan kebutuhan Rakyat di Negara RI,” ungkap Dr. Andreo Wahyudi Atmoko.

Oleh: Fens Alwino (Jakarta)