• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Hasil Riset Gen Bantu Repatriasi Fosil Leluhur

Studi gen (genom organisme) khususnya studi gen nuklir manusia purba, memungkinkan repratriasi fosil manusia purba ke zona leluhurnya. Misalnya, hasil analisis gen fosil manusia Aborigin pada museum-museum di Australia, dapat menyingkap asal-usul geografisnya. Begitu hasil kajian Joanne L. Wright et al (2018) yang dirilis oleh Science Advances  Vol. 4/No. 12, edisi Desember 2018 (American Association for the Advancement of Science, 19/12/2018).

Sejak kolonisasi oleh Inggris tahun 1788, fosil suku asli Aborigin di Australia dikoleksi untuk kebutuhan riset ilmiah dan museum. Selama ini, suku asli di Australia meyakini bahwa roh nenek-moyangnya belum beristirahat damai jika ratusan atau ribuan jasadnya pada museum di seluruh dunia, belum dipulangkan ke tanah asal-usulnya. Hal ini tidak mudah, karena asal-usul, suku, atau bahasa para leluhur, belum diketahui (Carolyn Wilke/The Scientist, 20/12/2018).

Hasil analisis gen Joanne L. Wright et al (2018) dari Griffith University (Australia) dapat  membantu repatriasi jasad para leluhur suku asli di Australia. Joanne L. Wright et al (2018) meneliti dan mengurutkan 10 gen nuklir dan 27 gen mitochondrial DNA dari 27 tulang-belulang Aborigin – jasad tertua berusia 1.540 tahun--di Australia pra-kolonisasi oleh Inggris. Tim riset menguji gen 27 leluhur Aborigin dengan sampel-sampel saliva 100 orang Aborogin saat ini di Australia (Lizzie Wade / Science, 19/12/2018)

Joanne L. Wright et al (2018) membandingkan sampel-sampel gen nuklir dan DNA jasad manusia Aborigin pra-kolonial dengan gen-gen nuklir 100 orang Aborigin saat ini di Australia. Hasil analisisnya, hampir semua 10 gen nuklir orang Aborigin pra-kolonial sangat berkaitan erat dengan gen orang Aborogin yang saat ini hidup di daerah sama dengan lokasi jasad leluhurnya. Namun, analisis mitochondrial DNA hanya memperlihatkan kecocokan 60%.

 “DNA analyses successfully identified the closest match to a contemporary individual from the same geographic area from which the ancient remains had originated,” ungkap biolog evolusi manusia dan PhD bidang Ancient DNA, Joanne Wright, ketua tim riset ini, dari Griffith University (Roni Dengler/Discover, 19/12/2018). 

Oleh: Servas Pandur