• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Kapak-Tangan Batu 190.000 Tahun di Semenanjung Arab

Kapak-kapak tangan dari bahan batu usia lebih dari 190 ribu tahun, mirip kapak buatan manusia (Acheulean) sekitar 1,5 juta tahun silam, ditemukan di Saffaqah, Semenanjung Arab. Produksi kapak-kapak ini berakhir hingga tiba era Homo sapiens. Begitu hasil riset ahli pada Max Planck Institute for the Science of Human History dan Saudi Commission for Tourism and National Heritage  (Max Planck Institute for the Science of Human History, 29/11/2018).

Hasil riset itu dirilis oleh Scientific Reports (Eleanor M. L. Scerri, Ceri Shipton, Laine Clark-Balzan, Marine Frouin, Jean-Luc Schwenninger, Huw S. Groucutt, Paul S. Breeze, Ash Parton, James Blinkhorn, Nick A. Drake, Richard Jennings, Patrick Cuthbertson, Abdulaziz Al Omari, Abdullah M. Alsharekh, Michael D. Petraglia. “The expansion of later Acheulean hominins into the Arabian Peninsula. Scientific Reports, 2018).

Sekitar 500 alat-batu, seperti kapak tangan, artefak dan parang, untuk pertama kalinya ditemukan oleh tim riset di situs ini.  Populasi manusia dari peradaban era zaman batu pada dua aliran sungai di Saffaqah, belum teridentifikasi. “These hominins were resourceful and intelligent. They dispersed across a challenging landscape using technology commonly seen as reflecting a lack of inventiveness and creativity. Instead of perceiving the Acheulean this way, we should really be struck by how flexible, versatile and successful this technology was,” ujar Dr. Eleanor Scerri dari Max Planck Institute, ketua tim riset (Max Planck Institute for the Science of Human History. “Stone tools linked to ancient human ancestors in Arabia have surprisingly recent date.”  ScienceDaily. ScienceDaily, 29 November 2018).

Dengan metode luminesen (luminescence method) dan infrared-radiofluorescence (IR-RF), tim ahli itu menentukan usia sedimen situs Saffaqah. Metode ini bergantung pada kemampuan mineral menyimpan energi dari radioaktif alamiah dan melepasnya berupa cahaya. “The application of IR-RF dating allowed us to obtain age estimates from sediments that were previously difficult to reliably date," papar penetili post-doctoral, Marine Frouin dari University of Oxford, ahli yang menentukan skala waktu usia sedimen pada situs Saffaqah. 

Oleh: Servas Pandur

Penerbit


ECO-DEMOKRASI

Demokrasi yang terpimpin oleh hikmat kebijaksanaan dapat mengelola alam-alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa secara arif untuk kesejahteraan Rakyat dan sehat lestarinya ekosistem Negara, kecerdasan Bangsa, perlindungan segenap Bangsa dan seluruh tumpah darah dan ketertiban dunia berdasarkan keadilan, kemerdekaan, dan perdamaian. Rakyat tidak hanya berpartisipasi dalam Pemilu, tetapi juga berpartisipasi dalam antisipasi krisis dan tantangan masa datang. Dalam hal ini, upaya-upaya membangun Negara adalah setiap keputusan dan program kerja yang berkaitan dengan sesuatu yang benyawa yakni Rakyat, bumi, air, dan kekayaan alam. Maka sehat atau tidaknya suatu praktek demokrasi dapat diukur dari jejak-ekologisnya (ecological footprint) pada ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. ... Baca selanjutnya

img

Jurnal IPTEK

Berita