• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Penemuan Fosil Raksasa Dinosaurus

Prof. Alexander Averianov dari St Petersburg University, Borissiak Paleontological Institute, Russian Academy of Sciences dan Paleontolog Vladimir Efimov dari daerah Undory (Ulyanovsk Region) di Rusia, menemukan fosil binatang vertebrata (tulang-belakang) dinosaurus raksasa –Volgatitan simbirskiensis—dengan berat sekitar 17 ton yang hidup sekitar 130 juta tahun silam di jalur Sungai Volga dan sekitar 5 km dari kota Simbirsk (Ulyanovsk) di Rusia. Hasil riset itu telah dirilis oleh jurnal Biological Communications edisi Desember 2018 (Alexander Averianov and Vladimir Efimov. 2018. “The Oldest Titanosaurian Sauropod of the Northern Hemisphere.” Biological Communications. 63(3), 145–162).

Volgatitan simbirskiensis termasuk kelompok sauporod yaitu dinosaurus herbivora raksasa dengan leher dan ekor panjang yang hidup sekitar 200 – 65 juta tahun silam di planet bumi. Jenis Volgatitan simbirskiensis bukan paling besar dan berat di antara sauporod. Ahli menyebut nama ilmiah Volgatitan simbirskiensis berdasarkan 7 (tujuh) vertebrata ekornya. Tulang Volgatitan simbirskiensis termasuk jenis dewasa berdasarkan lengkungan-lengkungan syaraf (pelindung syaraf-syaraf dan pembuluh darah yang terpateri kuat dengan tubuh vertebrata).

Selain Volgatitan simbirskiensis, sebanyak 12 dinosaurus taxa sudah valid dikaji oleh para ahli; 3 (tiga) di antaranya termasuk sauporod yaitu Tengrisaurus starkovi, Sibirotitan astrosacralis dan Volgatitan simbirskiensis. Studi sauporod membuka peluang bagi para ahli mempelajari cara spesies reptil purba ini hidup dan berkembang di planet bumi (India Today, 10/12/2018).

“Previously, it was believed that the evolution of titanosaurs took place mainly in South America with some taxa moving into North America, Europe and Asia only in the Late Cretaceous. In Asia, representatives of a broader group of titanosauriform, such as the recently described Siberian titanium, dominated in the early Cretaceous,” papar Profesor Aleksandr Averianov dari St Petersburg University (Rusia) (AKSON Russian Science Communication Association, 6/12/2018). Penemuan fosil Tengrisaurus dari era Cretaceous awal di Transbaikal Region dan Volgatitan di Rusia menunjukan bahwa titanosaurus pernah tersebar pada wilayah lebih luas di Eropa Timur dan Asia pada era awal Cretaceous. 

Oleh: Servas Pandur