• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Anatomi dan Fungsi Silia Pada Otak

Sel-sel rongga-ronga otak dilengkapi dengan silia (cilia) agar otak berfungsi normal dan sehat. Cacat silia berisiko hidrosepalus dan skoliosis. Begitu hasil riset tim ahli dari Kavli Institute for Systems Neuroscience pada Norwegian University of Science and Technology (NTNU) yang dirilis oleh Current Biology (Norwegian University of Science and Technology, 3/1/2019).

Silium (tunggal) atau silia (jamak) adalah organel sel sebagai alat bantu gerakan fisik, dengan diameter kira-kira 0,25 ?m dan panjangn sekitar 2 - 20 ?m.  Otak manusia memiliki empat ventrikel—rongga-rongga berisi cairan serebrospinal (cerebrospinal fluid )— yang saling berhubungan. Cairan serebrospinal konstan bergerak sesuai aktivitas fisik manusia. "Several theories exist, but for many years this circulation of fluid has been recognized as supplying nutrients to the brain, while also removing waste products. If we stop the cilia's motion, the ducts close,” ungkap Nathalie Jurisch-Yaksi, peneliti senior pada Kavli Institute (NTNU).

Karena alasan moral dan praktis, tim Yaksi dkk meneliti model substitusi otak manusia, yakni otak larva ikan zebra, vertebrata seperti manusia. Fokus riset tim Yaksi ialah motile cilia, bukan non-motile cilia. Menurut kandidat doktor Christa Ringers, anggota riset tim Yaksi, “We could even investigate each individual cell and cilia.” (Science 2.0, 3/1/2019).

Tim Yaksi menemukan bahwa kelompok-kelompok sel silia pada ikan zebra, terorganisir dalam zona-zona ventrikel berbeda yang menciptakan aliran cairan serebrospinal stabil dan terarah. Aliran dan pertukaran cairan ini antara ventrikel sesuai kegiatan fisik—istirahat atau bergerak. "We found surprisingly little exchange of fluid between the ventricles as long as the fish were at rest, even though the heartbeat pulsations caused some flow between them," papar kandidat doktor Emilie Willoch Olstad, penulis utama karya ilmiah ini.

Silia pada otak ikan zebra memiliki gerakan mirip baling-baling dan mungkin membantu otak sehat dan muda. Kelahiran syaraf-syaraf baru (neurogenesis) ikan zebra terjadi saat otak tumbuh dan ikan dewasa. Model komputer diharapkan dapat mempelajari sirkulasi cairan serebrospinal dalam otak dan pengaruh fungsi otak ikan zebra melalui manipulasi silianya. 

Oleh: Servas Pandur