• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


AI Diagnosa Kebutaan Akibat Sakit Diabetes

Satu algoritma Artificial Intelligence (AI) kini dapat mendeteksi satu tanda pokok penyakit kebutaan akibat diabetes (diabetic retinopathy) dengan akurasi 98%, murah dan instan. Begitu hasil riset kolaborasi tim ahli pada Biosignals Laboratory, School of Engineering, RMIT University di Australia dan Federal University of Sao Carlos, Federal Institute of Sao Paolo, University of Campinas dan Sao Paolo State University asal Brazil yang dirilis oleh Computers in Biology and Medicine Vol. 104, edisi Januari 2019 (Parham Khojasteh, et al, 2019).

“Our AI-driven approach delivers results that are just as accurate as clinical scans but relies on retinal images that can be generated with ordinary optometry equipment. Making it quicker and cheaper to detect this incurable disease could be life changing for the millions of people who are currently undiagnosed and risk losing their sight,” ungkap Profesor Dinesh Kant Kumar dari School of Engineering, RMIT University (RMIT University, 3/1/2019).

Retinopati diabetik (Diabetic retinopathy) lazimnya tanpa gejala atau simpton tahap awal dan saat penyakitnya memasuki tahap kritis, pasien menderita kebutaan.  Awal abad 21, diabetic retinopathy merupakan penyebab utama kebutaan orang dewasa. Tahun 2030, diperkirakan 191 orang dewasa menderita kebutaan akibat diabetes (RMIT University, 8/1/2019).

Scan-scan Optical coherence tomography (OCT) dan Fundal Fluorescein Angiography (FFA) merupakan metode klinis sangat akurat untuk diagnosa Retinopati diabetik. Metode alternatif yang lebih murah yaitu analisis imej-imej retina dengan kamera-kamera fundus secara manual, namun lama dan kurang andal. Namun, tim riset itu menggunakan algoritma Artificial Intelligence (AI) guna otomatisasi dan analisis imej-imej fundus. Teknik AI ini secara akurat dan andal dapat mendeteksi cairan dari pembuluh darah yang rusak, atau eksudat, dalam retina mata. “Undiagnosed diabetes is a massive health problem here and around the globe... With further development, our technology has the potential to reduce that burden,” papar Profesor Dinesh Kant Kumar. Tim riset itu berupaya kolaborasi dengan pabrik kamera fundus untuk mengembangkan teknologinya (RMIT University, 8/1/2019).

Oleh: Servas Pandur