• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Chip Quantum Skala Atom 3D

Untuk pertamakalinya, ahli komputer quantum Matthias Koch, Joris G. Keizer, Prasanna Pakkiam, Daniel Keith, Matthew G. House, Eldad Peretz dan Michelle Y. Simmons dari University of New South Wales di Sydney, Australia, berhasil membuat qubit-qubit (jumlah data) presisi level atom dalam satu desain cepis 3D. Hasil riset arsitektur chip 3D yang dirilis tahun 2015 itu, diterbitkan oleh Nature Nanotechnology edisi Januari 2019 (University of New South Wales, 7/1/2019).

Riset itu dipimpin oleh Profesor Michelle Y. Simmons, pendiri dan direkur Silicon Quantum Computing Pty Limited (SQC). “This 3D device architecture is a significant advancement for atomic qubits in silicon. To be able to constantly correct for errors in quantum calculations - an important milestone in our field - you have to be able to control many qubits in parallel.  The only way to do this is to use a 3D architecture, so in 2015 we developed and patented a vertical crisscross architecture. However, there were still a series of challenges related to the fabrication of this multi-layered device. With this result we have now shown that engineering our approach in 3D is possible in the way we envisioned it a few years ago,” ungkap Profesor Michelle Y. Simmons (Physic News, 7/1/2019).

Dalam karya ilmiahnya, tim riset itu memaparkan cara membangun satu lapisan atau bidang kontrol kedua pada puncak dari lapisan pertama qubit dan menggabungkan lapisan-lapisan ganda ini dengan presisi nanometer.

“In the past, critics would say that that's not possible because the surface of the second layer gets very rough, and you wouldn't be able to use our precision technique anymore - however, in this paper, we have shown that we can do it, contrary to expectations. If you write something on the first silicon layer and then put a silicon layer on top, you still need to identify your location to align components on both layers. We have shown a technique that can achieve alignment within under 5 nanometers, which is quite extraordinary," papar Dr Keizer, peneliti pada Centre of Excellence for Quantum Computation and Communication Technology (CQC2T)  (University of New South Wales, 7/1/2019). 

Oleh: Servas Pandur

Penerbit


ECO-DEMOKRASI

Demokrasi yang terpimpin oleh hikmat kebijaksanaan dapat mengelola alam-alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa secara arif untuk kesejahteraan Rakyat dan sehat lestarinya ekosistem Negara, kecerdasan Bangsa, perlindungan segenap Bangsa dan seluruh tumpah darah dan ketertiban dunia berdasarkan keadilan, kemerdekaan, dan perdamaian. Rakyat tidak hanya berpartisipasi dalam Pemilu, tetapi juga berpartisipasi dalam antisipasi krisis dan tantangan masa datang. Dalam hal ini, upaya-upaya membangun Negara adalah setiap keputusan dan program kerja yang berkaitan dengan sesuatu yang benyawa yakni Rakyat, bumi, air, dan kekayaan alam. Maka sehat atau tidaknya suatu praktek demokrasi dapat diukur dari jejak-ekologisnya (ecological footprint) pada ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. ... Baca selanjutnya

img

Jurnal IPTEK

Berita