• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Teleskop Kosmik Bidik Fajar Waktu

Dengan berkas cahaya dari satu quasar, kebetulan melintas dekat satu galaksi perantara (kira-kira 6 miliar tahun cahaya dari bumi), yang membelokan dan memperbesar cahaya quasar dan mengarahkannya ke planet bumi,  astronom Xiaohui Fan dan Jinyi Yang (University of Arizona) dan Feige Wang (University of California, Santa Barbara) di Amerika Serikat, dapat mendeteksi tanda magnesium krusial penentu jarak quasar di alam semesta melalui teleskop Gemini North (Gemini Near-InfraRed Spectrograph (GNIRS) di Maunakea, Hawai'i (Amerika Serikat) (Association of Universities for Research in Astronomy (AURA), 2019)

“If it weren't for this makeshift cosmic telescope, the quasar's light would appear about 50 times dimmer. This discovery demonstrates that strongly gravitationally lensed quasars do exist despite the fact that we've been looking for over 20 years and not found any others this far back in time,” ungkap Xiaohui Fan, ketua tim riset ini. Hasil observasi itu telah dirilis oleh The Astrophysical Journal (Xiaohui Fan et al, “The Discovery of a Gravitationally Lensed Quasar at z = 6.51”, The Astrophysical Journal (2019)).

Gambar hasil observasi Gemini Observatory itu menunjukkan tanda magnesium yang penting dalam penentuan seberapa jauh fajar waktu atau awal-mula waktu dan massa black-hole, sumber tenaga quasar. Gambar hasil observasi itu juga menyingkap bahwa quasar jauh lebih lama– segera setelah Epoch of Reionization—ketika pertamakali cahaya keluar dari Big Bang. “This is one of the first sources to shine as the Universe emerged from the cosmic dark ages. Prior to this, no stars, quasars, or galaxies had been formed, until objects like this appeared like candles in the dark,” papar Jinyi Yang (AURA, 2019).

Black hole mengakumulasi gas dan memicu kelahiran bintang-bintang. Quasar-quasar menempati galaksi-galaksi pertama dalam pembentukan alam semesta. “When we combined the Gemini data with observations from multiple observatories on Maunakea, the Hubble Space Telescope, and other observatories around the world, we were able to paint a complete picture of the quasar and the intervening galaxy,” ungkap Feige Wang (AURA, 2019). 

Oleh: Servas Pandur

Penerbit


ECO-DEMOKRASI

Demokrasi yang terpimpin oleh hikmat kebijaksanaan dapat mengelola alam-alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa secara arif untuk kesejahteraan Rakyat dan sehat lestarinya ekosistem Negara, kecerdasan Bangsa, perlindungan segenap Bangsa dan seluruh tumpah darah dan ketertiban dunia berdasarkan keadilan, kemerdekaan, dan perdamaian. Rakyat tidak hanya berpartisipasi dalam Pemilu, tetapi juga berpartisipasi dalam antisipasi krisis dan tantangan masa datang. Dalam hal ini, upaya-upaya membangun Negara adalah setiap keputusan dan program kerja yang berkaitan dengan sesuatu yang benyawa yakni Rakyat, bumi, air, dan kekayaan alam. Maka sehat atau tidaknya suatu praktek demokrasi dapat diukur dari jejak-ekologisnya (ecological footprint) pada ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. ... Baca selanjutnya

img

Jurnal IPTEK

Berita