• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Makna Rasa Kata-Kata

Banyak obyek dan orang-orang lain dalam kehidupan sehari-hari setiap orang, memiliki makna-rasa (emotional meaning). Seseorang belajar makna atau asosiasi positif jauh lebih cepat daripada asosiasi atau makna netral dan negatif. Sesuatu yang positif sangat cepat dikaitkan atau dihubungkan dengan satu kata atau bahkan dengan wajah seseorang.

Begitu hasil riset psikolog dari Georg Elias Müller Institute for Psychology pada University of Göttingen di Jerman, yang dirilis oleh jurnal Neuropsychologia (Louisa Kulke, Mareike Bayer, Anna-Maria Grimm, Annekathrin Schacht. “Differential effects of learned associations with words and pseudowords on event-related brain potentials”. Neuropsychologia, 2018).

Tim peneliti itu menggunakan electroencephalography (EEG) untuk mempelajari bagaina otak manusia mengolah berbagai rangsangan atau stimuli. Otak manusia biasanya menentukan apakah suatu imej atau kata bermakna positif atau negatif selama kira-kira 200-300 milidetik. Hanya dalam beberapa jam, para partisipan riset itu dapat mempelajari pola-hubungan ini melalui suatu proses ganjaran atau hadiah dan kerugian. Misalnya, jika mereka sering menerima uang ketika mereka melihat satu kata tertentu yang netral; kata ini bermakna-rasa positif. Sebaliknya, mereka kehilangan uang atau mengalami kerugian ketika mereka melihat kata tertentu yang bermakna-rasa atau berasosiasi negatif (Science Daily, 9/1/2019).

“Words associated with loss cause specific neuronal reactions in the visual cortex after just 100 milliseconds. So the brain distinguishes in a flash what a newly learned meaning the word has for us, especially if that meaning is negative,” ungkap Dr Louisa Kulke, Ph.D, penulis pertama dari studi ilmiah itu (University of Göttingen, 9/1/2019).

Hasil riset itu juga menunjukkan bahwa seseorang membuat perbedaan makna suatu kata yang sudah diketahuinya seperti kata chair dan tree bahasa Inggris atau apakah kata-kata tersebut hanya merupakan kata-kata fiktif yang tidak pernah ada dalam bahasanya seperti kata napo atau foti bagi orang Inggris. Jadi, makna suatu kata mempengaruhi perasaan seseorang, ketika orang itu dihubungkan dengan kata itu (University of Göttingen, 9/1/2019).

Oleh: Servas Pandur

Penerbit


ECO-DEMOKRASI

Demokrasi yang terpimpin oleh hikmat kebijaksanaan dapat mengelola alam-alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa secara arif untuk kesejahteraan Rakyat dan sehat lestarinya ekosistem Negara, kecerdasan Bangsa, perlindungan segenap Bangsa dan seluruh tumpah darah dan ketertiban dunia berdasarkan keadilan, kemerdekaan, dan perdamaian. Rakyat tidak hanya berpartisipasi dalam Pemilu, tetapi juga berpartisipasi dalam antisipasi krisis dan tantangan masa datang. Dalam hal ini, upaya-upaya membangun Negara adalah setiap keputusan dan program kerja yang berkaitan dengan sesuatu yang benyawa yakni Rakyat, bumi, air, dan kekayaan alam. Maka sehat atau tidaknya suatu praktek demokrasi dapat diukur dari jejak-ekologisnya (ecological footprint) pada ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. ... Baca selanjutnya

img

Jurnal IPTEK

Berita