• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Sensor Nanopartikel Emas Superpeka

Tim ahli dari Department of Physics, University of Bath di Inggris dan Northwestern University di Amerika Serikat, mengembangkan tipe baru sensor dari piranti nanopartikel emas yang 100 kali lebih peka dari sensor-sensor serupa saat ini. Hasil riset dan penemuan ini diterbitkan oleh jurnal Nano Letters (David C. Hooper, Christian Kuppe, Danqing Wang, Weijia Wang, Jun Guan, Teri W. Odom, and Ventsislav K. Valev (2019), “Second Harmonic Spectroscopy of Surface Lattice Resonances”, Nano Letters).

“This new mechanism has great potential for detecting small molecules. It is 100 times more sensitive than current methods. The gold nanoparticle disks are arranged on a glass slide in a very precise array - changing the thickness and separation of the disks completely changes the detected signal,”ungkap Dr Ventsislav Valev, Royal Society Research Fellow and Reader bidang Fisika pada University of Bath, ketua tim riset ini bersama dengan Research Associate David Hooper (University of Bath, 9/1/2019).

Sensor superpeka itu terbuat dari sejumlah nano-partikel emas berbentuk cakram pada satu kaca-mikroskop. Piranti nanopartikel emasnya mengeluarkan jumlah sinar ultra-violet (UV), jika  satu laser infra-merah disorot ke piranti nano-artikel emas itu. Generasi sinar UV dipengaruhi oleh molekul-molekul yang terpateri pada permukaan nanopartikelnya, yang dapat menginderai satu unsur materi sangat kecil sekalipun (Science News, 9/1/2019).

“When molecules bind to the surface of a gold nanoparticle, they affect the electrons at the gold surface, causing them to change the amount of UV light they emit. The amount of UV light emitted would depend on the type of molecules that bind to the surface. This technique could enable ultra-sensitive detection of molecules in tiny volumes. It could in the future be used for detecting very low concentrations of biological markers for the early diagnostic screening for diseases, such as cancer,” papar Dr Ventsislav Valev.

Riset sensor ini didanai oleh Royal Society, Science and Technology Facilities Council, Engineering and Physical Sciences Research Council, dan Vannevar Bush Faculty Fellowship.

Oleh: Servas Pandur

Penerbit


ECO-DEMOKRASI

Demokrasi yang terpimpin oleh hikmat kebijaksanaan dapat mengelola alam-alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa secara arif untuk kesejahteraan Rakyat dan sehat lestarinya ekosistem Negara, kecerdasan Bangsa, perlindungan segenap Bangsa dan seluruh tumpah darah dan ketertiban dunia berdasarkan keadilan, kemerdekaan, dan perdamaian. Rakyat tidak hanya berpartisipasi dalam Pemilu, tetapi juga berpartisipasi dalam antisipasi krisis dan tantangan masa datang. Dalam hal ini, upaya-upaya membangun Negara adalah setiap keputusan dan program kerja yang berkaitan dengan sesuatu yang benyawa yakni Rakyat, bumi, air, dan kekayaan alam. Maka sehat atau tidaknya suatu praktek demokrasi dapat diukur dari jejak-ekologisnya (ecological footprint) pada ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. ... Baca selanjutnya

img

Jurnal IPTEK

Berita