• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Butuh Kebijakan Baru Atasi Perubahan Iklim

Kini dan ke depan degradasi lingkungan global akibat ulah dan perilaku manusia terhadap planet bumi, air dan kehidupan di bumi, seperti kepunahan massal spesies tumbuhan dan hewan, lautan tercemar, dan perubahan atmosfer, membutuhkan desain kebijakan baru (Ian Bateman et al /Nature Sustainability, 10/1/2019).

Begitu hasil kajian kolaborasi Profesor Ian Bateman dari Land, Environment, Economics and Policy (LEEP) Institute pada University of Exeter, Dr Donna Carless dan Amanda Robinson dari University of Exeter, Profesor Johan Rockström, Ph.D (Stockholm Resilience Centre), Profesor Will Steffen (Australian National University), Profesor Thomas Sterner (University of Gothenburg), Profesor Edward Barbier (Colorado State University), Profesor Carolyn Fischer (Resources for the Future, Washington) dan Profesor Stephen Polasky (University of Minnesota). Ekonom lingkungan Profesor Will Steffen adalah pionir konsep Anthropocene dan batas planet. Hasil riset itu dirilis oleh Nature Sustainability edisi 10 Januari 2019.

“The paper shows that the integrated nature of the planetary boundary problems requires an integrated policy response. Traditional policies tend to be highly piecemeal, highly inefficient, prone to failure and can even be counterproductive. Such policies take vital resources from key areas while providing short term sticking-plaster efforts for high visibility, often politically motivated causes,” ungkap Profesor Ian Bateman, co-author karya ilmiah itu (University of Exeter, 11/1/2019).

Menurut hasil kajian tim ahli itu, desain kebijakan baru lintas disiplin dan terpadu di berbagai negara, sangat urgen dan diperlukan saat ini untuk mengatasi berbagai masalah lingkungan seperti polusi udara, kontaminasi lahan, air bersih-segar, dan laut, serta punahnya keragaman-hayati dan genetik di seluruh dunia serta risikonya di bidang spasial, ekologis, sosial-politik, geografis, perbatasan, dan lain-lain. Tim ahli itu juga menyusun 7 (tujuh) prinsip yang memandu para pembuat kebijakan dalam rangka menghadapi perubahan iklim dan pemanasan global serta degradasi ekosistem global akhir-akhi ini (Business Standard, 13/1/2019).

Oleh: Servas Pandur