• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Program Data-Base Potensi Dan Koperasi Perempuan

Dalam Sambutan Pembukaan The International Young Muslim Women Forum 2018, Rabu malam (24/10/2018) di Hotel Aryaduta (Jakarta), Presiden RI Joko Widodo merilis peran kunci Sumber Daya Manusia (SDM) Perempuan dalam pembangunan Bangsa dan Negara RI saat ini dan masa-masa datang (Humas Setkab RI, 24/10/2018).

“Menteri di kabinet yang biasanya hanya tiga atau empat, setelah saya dilantik, ada sembilan menteri perempuan... Ada yang bidang garmen, ada yang  bidang komputer, ada yang bidang desain, saya kira banyak sekali. Karena memang sumber daya manusia merupakan kunci bagi pembangunan ke depan,” papar Presiden RI Joko Widodo (Humas Setkab RI, 24/10/2018).

Presiden RI Joko Widodo menyebutkan contoh prestasi SDM Perempuan akhir-akhir ini, misalnya, dalam Asian Games 2018, atlet perempuan meraih 12 medali emas dari 31 medali emas yang diperoleh Kontingen Indonesia; hampir 90% nasabah Bank Wakaf Mikro  di 33 pondok pesantren  adalah perempuan; tokoh inspirasi dari perempuan antara lain pejuang toleransi Ibu Sinta Nuriyah Wahid, Butet Manurung, pengajar Suku Anak Dalam di Jambi;  pejuang lingkungan Mama Aleta Baun, ibu kembar Sri Rossyati dan Sri Irianingsih adalah perintis sekolah anak-anak jalanan (Humas Setkab RI, 24/10/2018).

Dr. Ir. Andi Kasirang T. Baso, M.Si, dosen dan Kaprodi Agribisnis Fakultas Pertanian pada Universitas Islam Makassar (Sulawesi Selatan), melihat bahwa peran perempuan memang diharapkan pada berbagai lini kehidupan masyarakat dan Bangsa Indonesia selama ini; namun, secara umum posisi perempuan masih lebih rendah dari pria di sektor ekonomi, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan lain-lain.

“Kita lihat data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2015, IPM perempuan sebesar 0,660 dan  IPM pria 0,712; sekitar 63% angkatan kerja kita hanya lulusan SD-SMP sederajat, 63% dari angka itu didominasi oleh perempuan. Jadi, secara umum, posisi perempuan lebih rendah dari pria dalam sektor ekonomi, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, kesempatan mengutarakan pendapat, dan lain-lain. Di sisi lain, peran perempuan diharapkan pada berbagai lini kehidupan masyarakat dan Bangsa seperti ibu-rumah tangga, merawat anak-anak, dan mencari nafkah bagi keluarga,” ungkap Dr. Ir. Andi Kasirang T. Baso, M.Si, alumnus S3 (doktoral) bidang Ilmu Pertanian pada Universitas Hasanuddin (Sulawesi Selatan) kepada Staging-Point.Com, Kamis (24/1/2019) melalui e-mail.

Dr. Andi Kasirang T. Baso menyebutkan sejumlah tantangan meningkatkan peran SDM perempuan dalam pembangunan Bangsa dan Negara ke depan. “Ada 4 (empat) tantangan pemberdayaan SDM perempuan saat ini yakni (1) masih terbatas akses perempuan di sektor pendidikan; karena orangtua mengutamakan pendidikan anak-anak pria; misalnya data Komnas Perempuan 2016, jumlah anak perempuan yang tidak bersekolah/putus sekolah berjumlah dua-kali lipat dibanding anak pria. Secara nasional, persentase penduduk berumur 15 tahun keatas yang tidak/belum pernah sekolah untuk perempuan (8,30%) dan pria (3,45%); (2) ketimpangan upah, laporan BPS Februari 2017 menyebutkan, upah rata-rata tenaga kerja perempuan hanya Rp 2,27 juta per bulan, sedangkan pria 2,95 juta per bulan; (3) budaya patriarki yang memberi peran dominan bagi pria di bidang ekonomi, dan perempuan hanya menjadi ibu-rumah tangga dan mengasuh anak-anak; dan (4) akses pekerjaan, data Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) menyebutkan, persentase perempuan bekerja sebesar 47,91%, jauh di bawah prosentase pria sebesar 79,57%,” ungkap Dr. Andi Kasirang T. Baso, alumnus S2 Agribisnis pada Universitas Hasanuddin di Makassar, Sulawesi Selatan.

Solusi terhadap tantangan tersebut di atas, menurut Dr. Andi Kasirang T. Baso, dapat dilakukan melalui tiga program kerja secara berkelanjutan dan sinergis di bidang pembuatan data-base potensi SDM perempuan per daerah, pelatihan dan pendidikan khusus SDM perempuan, dan pengembangan model-model sosial-ekonomi khusus perempuan berbasis koperasi.

“Program kerja peningkatan peran SDM perempuan di bidang pembangunan Bangsa dan Negara harus sinergis dan berkelanjutan. Tahap awal ialah pembuatan data-base potensi SDM perempuan per daerah; bidang kegiatan sosial-ekonomi perempuan di berbagai selama ini selalu berbasis local-content atau bahan-bahan baku dan budaya lokal per daerah di bidang perdagangan, kerajinan, warung makan, toko-kecil atau peracangan, pengolahan makan, dan lain-lain di rumah tanpa meninggalkan peran perempuan sebagai ibu rumah-tangga; Tahap kedua, pembuatan program pelatihan atau pendidikan khusus untuk potensi-potensi SDM perempuan per daerah secara berkelanjutan; Tahap ketiga, pembentukan koperasi-koperasi khusus perempuan untuk wadah usaha bersama, merawat nilai kekeluargaan, akses modal dan pasar,” ungkap Dr. Andi Kasirang T. Baso. 

Oleh: Aventinus Janur (Jakarta)