• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Strategi SDM Bangsa Berbasis SDM Perempuan

Dalam Sambutan Pembukaan The International Young Muslim Women Forum 2018, Rabu malam (24/10/2018) di Hotel Aryaduta (Jakarta), Presiden RI Joko Widodo merilis pernyataan tentang peran Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pembangunan Bangsa dan Negara RI saat ini dan masa-masa datang. “Sumber Daya Manusia merupakan kunci bagi pembangunan ke depan,” papar Presiden RI Joko Widodo (Humas Setkab RI, 24/10/2018).

Selasa pagi (7/8/2018) pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara (Jakarta), Presiden merilis prioritas arah Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2019 setiap kementerian/lembaga (K/L) pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). “Saya harapkan terutama untuk vocational school, vocational training, politeknik, kemudian kemitraan dengan industri, kemudian upgrading di ketenagakerjaan kita dan kementerian-kementerian yang lain,” papar Presiden RI Joko Widodo (Humas Setkab RI, 7/8/2018).

Dr. Ir. ST. Rohani, M.Si, lektor pada Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin (Unhas) di Jl.Perintis Kemerdekaan Km 10, kota Makassar (Sulawesi Selatan), melihat bahwa strategi SDM Bangsa dan Negara RI harus dimulai dari pemberdayaan SDM perempuan sejak dini di keluarga-keluarga dan pemberdayaan SDM perempuan sesuai potensi-potensinya.

Bangsa maju memiliki perempuan sehat, cerdas, kreatif, inovatif, berani, bertaqwa, adil dan bijaksana; karena dari mereka, generasi baru dilahirkan, dibesarkan dan diberdayakan. Maka strategi SDM Bangsa dan Negara RI harus dimulai sejak dini, sejak ibu mengandung dan melahirkan bayi pada keluarga-keluarga di desa-desa. Pola makan,  sanitasi, dan gizi ibu-ibu hamil dan balita, misalnya, menentukan kesehatan, kualitas, kinerja dan daya-saing keluarga dan Bangsa kini dan ke depan,” papar Dr. Ir. ST. Rohani, M.Si, alumnus S3 Sistem Pertanian (2006) pada Unhas dengan judul disertasi Model Pengembangan Agribisnis Ayam Ras Petelur di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan kepada Staging-Point.Com, Rabu (23/1/2019) melalui e-mail.

Program pemberdayaan SDM Perempuan, menurut Dr. ST. Rohani, selayaknya dilaksanakan sejak dini dari keluarga secara berkelanjutan di bidang sanitasi, kesehatan ibu, lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan SDM Perempuan melalui UMKM koperasi-koperasi.

“Program pemberdayaan SDM Perempuan selayaknya dimulai sejak dini pada ibu-ibu hamil dan balita di keluarga dan pemberdayaan potensi-potensi perempuan membangun generasi baru Bangsa Indonesia yang sehat, cerdas, ceria, dan bertaqwa serta terlindungi. Maka Pemerintah harus dapat menjamin dan melindungi keadilan dan kesetaraan gender, misalnya, hak-hak perempuan di bidang hidup layak, pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan setara dengan pria sebagai warga Negara RI; Pemerintah harus memiliki program pemberdayaan perempuan desa-desa, keluarga sejahtera dan perlindungan anak-anak melalui aliran Dana Desa dan UMKM perempuan,” papar Dr. ST. Rohani, alumnus S2 Agribisnis (1999) Unhas.

Jumat (4/1/2019) di Alun-alun Trenggalek (Jawa Timur), Presiden RI Joko Widodo merilis arah penggunaan Dana Desa Tahun 2019. “2015 di seluruh tanah air telah kita kucurkan Rp 20,7 triliun, Rp 20,7 triliun. Tahun berikutnya, 2016 meloncat menjadi Rp 47 triliun. Tahun berikutnya 2017, naik menjadi Rp 60 triliun. Tahun 2018 naik lagi menjadi Rp 60 triliun. Dan 2019 ini, Dana Desa naik menjadi Rp 70 triliun plus Dana Kelurahan tiga triliun, berarti Rp 73 triliun...Saya titip yang pertama penggunaan dananya, terutama dalam pembelian-pembelian barang maupun jasa,” papar Presiden Joko Widodo (Humas Setkab RI, 4/1/2019).

Pada Sambutan Rapat Kerja Nasional Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Rakernas IWAPI) XXVIII, Senin sore (8/10/2018) di Hotel Grand Inna-Padang (Sumatera Barat), Presiden RI Joko Widodo merilis data bahwa 49% pengusaha perempuan bergerak di Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). “Saya ingin menyampaikan bahwa banyak sekali dari UMKM kita yang dimiliki dan dijalankan oleh perempuan. Artinya, kalau perempuan pengusaha di Indonesia ini semakin maju berarti ekonomi Indonesia juga akan semakin maju,” papar Presiden RI Joko Widodo (Humas Setkab RI, 8/10/2018).

Selasa sore (5/12/2017)  Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo menerima kunjungan First Lady Afghanistan, Rula Ghani, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Ibu Rula Ghani hendak mempelajari program-program pemberdayaan perempuan bidang ekonomi dan perdamaian pada grassroot-level di desa-desa Negara RI (Humas Setkab RI, 5/12/2017). 

Oleh: Aventinus Janur (Jakarta)