• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Peradaban Infrastruktur Pro-Lingkungan & Rakyat

Selasa siang (31/10/2018) di JI Expo, Kemayoran (Jakarta) pada Pameran Konstruksi Indonesia 2018 dan Indonesia Infrastructure Week 2018, Presiden RI Joko Widodo menyerahkan simbolis 10.000 sertifikat tenaga konstruksi. Menurut Presiden RI Joko Widodo, dalam persaingan global, sertifikat sangat penting, seperti sertifikat  operator alat-alat berat, pasang batu dan baja ringan, ahli arsitektur irigasi. (Humas Setkab RI, 31/10/2018).

“Jika tanpa industri konstruksi, jika tanpa insinyur sipil, tanpa arsitekur seperti juga Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sekalian, saya pastikan bahwa program pemerintah dalam rangka pembangunan infrastruktur itu pasti tidak jalan. Oleh sebab itu, sertifikasi ini sangat penting. Tapi Pak Menteri PU, yang saya lihat sertifikasi seperti ini masih dalam jumlah yang sedikit. Saya minta tahun depan bisa sepuluh kali lipat dari yang sudah diberikan sekarang. Biar semuanya pegang sertifikat,” papar Presiden Joko Widodo (Humas Setkab RI, 31/10/2018).

Dr. Laode Ida, alumnus S3 Sosiologi, Universitas Indonesia (UI) tahun 2002 dan studi Leadership for Environment and Development (LEAD), Kajian Program Berkelanjutan (Sustainable Development) di Jakarta (RI), Kosta Rica, dan Okinawa (Jepang) tahun 1995 – 1997, berpandangan bahwa pembangunan infrastruktur harus merupakan suatu pembangunan peradaban dan keadilan yang terukur nilai manfaatnya bagi Rakyat, lingkungan, dan ekonomi.

“Pembangunan infrastruktur harus merupakan bagian dari pembangunan keadilan dan peradaban di Negara RI. Meskipun selama 4 tahun terakhir pembangunan infrastruktur di Negara RI, belum ada data statistik dampak positif sosial, ekonomi dan lingkungannya. Awal Desember 2018, saya datang ke Maluku Utara dan Papua, masih banyak tenaga kerja usia produktif belum terserap lapangan kerja, khususnya sektor infrastruktur akhir-akhi ini,” ungkap Dr. Laode Ida kepada Staging-Point.Com, Rabu (19/12/2018) di Lt. 4 Hotel Sari Pasific, Jln. Thamrin, Jakarta Pusat.

Menurut Dr. Laode Ida, hanya pembangunan infrastruktur yang pro-Rakyat dan pro-Lingkungan menghasilkan peradaban dan keadilan. “Pembangunan infrastruktur adalah pembangunan sektor fisik Negara RI yang harus melayani hak-hak dasar Rakyat, seperti hak pendidikan, hak hidup layak, hak atas pekerjaan, hak usaha, dan hak-hak dasar lainnya hingga keamanan bekerja. Kasus di Papua adalah pelajaran penting; ada korban meninggal saat mengerjakan infrastruktur. Kita juga membaca berita, banyak tenaga kerja seperti tukang campur semen, tukang cor, dan tukang angkat kerikil asal Tiongkok, bekerja di sektor infrastruktur kita. Ini jenis pekerjaan yang dapat dilakukan oleh tenaga-tenaga kerja kita. Setiap pembangunan infrastruktur juga mesti ramah-lingkungan,” papar Dr. Laode Ida.

Kamis pagi (16/8/2018) di Depan Sidang Bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan Dewan Perwakilan Daerah di Ruang Rapat Paripurna Gedung Nusantara (Jakarta Pusat), Presiden RI Joko Widodo merilis data pembangunan infrastruktur 4 (empat) tahun terakhir.

“Tol laut terus kita kuatkan konektivitasnya dengan pembangunan dan pengembangan pelabuhan, yang dari tahun 2015 sampai 2017 sudah mencapai 477 lokasi. Antara tahun 2015 sampai 2017, sudah terbangun jalur kereta api yang panjang akumulatif-nya sekitar 369 kilometer spoor rel kereta, sudah terbangun 11 bandara baru, dan 397 kilometer jalan tol yang sudah operasional. .. Begitu juga saat Pemerintah membangun waduk, bendungan, dan irigasi agar petani-petani di seluruh Indonesia dapat melakukan panen lebih dari satu kali, yang akan membantu Bangsa Indonesia mencapai ketahanan pangan,” papar Presiden RI Joko Widodo (Humas Setkab RI, 16/8/2018). 

Jumat (4/1/2019) di Alun-alun Trenggalek (Jawa Timur), Presiden RI Joko Widodo merilis arah penggunaan Dana Desa Tahun 2019 dan realisasi Dana Desa tahun 2015-2018. “Dari Rp 187 triliun (tahun 2015-2018, red) yang telah disalurkan kepada Dana Desa di seluruh Tanah Air, telah terealisasi, jadi yaitu jalan desa sebanyak 191.000 kilometer jalan desa, posyandu ada 24.000 posyandu yang telah diselesaikan, PAUD ada 50.000 PAUD yang telah selesai dari Dana Desa, pasar desa ada 8.900 pasar desa. Pasar desa itu penting sehingga produk-produk petani, produk-produk nelayan bisa masuk kesana dan bisa dijual baik ke kota, baik juga kepada konsumen langsung. Irigasi ada 58.000 irigasi yang telah dibangun dari Dana Desa di seluruh tanah air. Embung ada 4.100 embung yang telah dibangun dari Dana Desa,” papar Presiden RI Joko Widodo (Humas Setkab RI, 4/1/2019). 

Oleh: Fens Alwino (Jakarta)