• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Penemuan Jejak Organisme Multisel Usia 2,1 Miliar Tahun

Jejak motilitas fosil organisme multisel usia 2,1 miliar tahun di Cekungan Franceville, Gabon (Afrika), ditemukan oleh Abderrazak El Albani et al (2010) dari Institut de chimie des milieux et matériaux de Poitiers (CNRS / Université de Poitiers). Fosil itu termasuk bukti pertama tanda-kehidupan organisme multi-sel di planet bumi (CNRS/Université de Poitiers, 11/2/2019).

Hasil riset itu dirilis oleh jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) edisi Februari 2019 (Abderrazak El Albani, M. Gabriela Mangano, Luis A. Buatois, Stefan Bengtson, Armelle Riboulleau, Andrey Bekker, Kurt Konhauser, Timothy Lyons, Claire Rollion-Bard, Olabode Bankole, Stellina Gwenaelle Lekele Baghekema, Alain Meunier, Alain Trentesaux, Arnaud Mazurier, Jeremie Aubineau, Claude Laforest, Claude Fontaine, Philippe Recourt, Ernest Chi Fru, Roberto Macchiarelli, Jean-Yves Reynaud, François Gauthier-Lafaye, Donald E. Canfield. Proceedings of the National Academy of Sciences, 11 Februari 2019).

Hasil riset dan kajian tim peneliti itu menyingkap bahwa organisme-organisme multisel tertentu pada ekosistem laut di Gabon bergerak melalui lumpur kaya zat organik. Jejak motilitas fosil yang ditemukan tahun 2010 (Nature, 2010; PLOS ONE, 2014) itu dikaji dan direkonstruksi dengan teknik pencitraan tanpa merusak melalui mikro-tomografi komputer sinar X (X-ray). Hasil analisis geometris dan kimia menyingkap bahwa fosil itu merupakan satu organisme yang mungkin hidup di air-air oksigenasi sehingga sangat bergantung pada oksigen. Fosilnya berstruktur tabung (Cardiff University, 11/2/2019).

“It is plausible that the organisms behind this phenomenon moved in search of nutrients and oxygen that were produced by bacteria mats on the seafloor-water interface. The results raise a number of fascinating questions about the history of life on Earth, and how and when organisms began to move. Was this a primitive biological innovation, a prelude to more perfected forms of locomotion seen around us today, or was this simply an experiment that was cut short?,” ungkap Dr. Ernest Chi Fru, co-author studi ilmiah itu dari School of Earth and Ocean Sciences, Cardiff University (Cardiff University, 11/2/2019). 

Oleh: Servas Pandur