• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Nyamuk Malaria (Anopheles) Hidup Sejak 100 Juta Tahun

Satu genus dan spesies baru nyamuk anopheles (nyamuk malaria) telah hidup sejak 100 juta tahun silam dan kini menyebabkan kematian sekitar 400.000 orang per tahun di dunia. Begitu hasil riset George Poinar Jr. dan koleganya dari College of Science, Oregon State University di Amerika Serikat, yang dirilis oleh jurnal Historical Biology, awal 2019 (George Poinar, Thomas J. Zavortink, Alex Brown, “Priscoculex burmanicus n. gen. et sp. (Diptera: Culicidae: Anophelinae) from mid-Cretaceous Myanmar amber”, Historical Biology, 2019).

“Mosquitoes could have been vectoring malaria at that time, but it's still an open question. Back then anopheline mosquitoes were probably biting birds, small mammals and reptiles since they still feed on those groups today,” ungkap George Poinar Jr. dari College of Science (Oregon State University), author koresponden karya ilmiah itu (Oregon State University, 11/2/2019)

Pada fosil kehidupan (batu ambar) dari era paruhan Cretaceous Period, Poinar dan koleganya menemukan satu genus dan spesies baru nyamuk Priscoculex burmanicus. Sejumlah ciri-khas (karakter) seperti sayap pembuluh darah, belalai, antena dan perut, menunjukan bahwa Priscoculex adalah leluhur nyamuk anopheles (nyamuk malaria) (Science Daily, 11/2/2019).

“This discovery provides evidence that anophelines were radiating - diversifying from ancestral species - on the ancient megacontinent of Gondwana because it is now thought that Myanmar amber fossils originated on Gondwana,” ungkap  Poinar, ahli penggunaan jenis kehidupan fauna dan flora yang diawetkan guna mempelajari dan menganalisis biologi dan ekologi zaman dulu (Oregon State University, 11/2/2019)

Para ahli masih meneliti bagaimana dan kapan awal-mula evolusi malaria. Poinar adalah penemu pertama fosil nyamuk usia 15 – 20 juta tahun di Republik Dominika. Fosil itu merupakan fosil Plasmodium yang saat ini dapat menginfeksi dan membunuh manusia. Kini tahap reproduktif malaria hanya terjadi dalam vektor serangga itu. Vektor itu pula menjadi rumah utama pathogen malaria.

Catatan pertamakali manusia terjangkit dan mengidap malaria sekitar 2.700 tahun pra-Masehi di Tiongkok. Tahun 2017, menurut World Health Organization (WHO), terdapat sekitar 219 juta kasus malaria di seluruh dunia. Riset vaksin malaria hingga hari ini belum berhasil menemukan imunitas terhadap malaria (Science Daily, 11/2/2019). 

 

 

 

Oleh: Servas Pandur