• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Bahan Bakar Fosil Pemicu Karbon Hitam di Kutub Utara

Pembakaran bahan-bakar fosil merupakan penyumbang utama karbon hitam (black carbon) di sekitar Kutub Utara (Arctic). Pembakaran bahan bakar fosil ini berdampak terhadap pemanasan global. Begitu hasil riset tim ahli berbagai negara di situs-situs Rusia, Kanada, Swedia, dan Norwegia  dan tim ahli dari Baylor University (Amerika Serikat) yang meneliti situs Barrow di Alaska  (Baylor University, 20/2/2019).

Hasil riset selama 5 (lima) tahun pada 5 situs sekitar Kutub Utara itu dirilis oleh Science Advances edisi awal 2019 (P. Winiger, T. E. Barrett, R. J. Sheesley, L. Huang, S. Sharma, L. A. Barrie, K. E. Yttri, N. Evangeliou, S. Eckhardt, A. Stohl, Z. Klimont, C. Heyes, I. P. Semiletov, O. V. Dudarev, A. Charkin, N. Shakhova, H. Holmstrand, A. Andersson, Ö. Gustafsson, “Source apportionment of circum-Arctic atmospheric black carbon from isotopes and modeling”, Science Advances, 2019). Riset ini didanai oleh US Department of Energy, C. Gus Glasscock Jr. Endowed Fund for Excellence in Environmental Sciences.

Tim peneliti Baylor University menggunakan radiokarbon untuk menentukan dampak pembakaran fosil dan biomassa terhadap karbon hitam pada 5 situs sekitar Kutub Utara. Hasilnya, pembakaran bahan fosil seperti batu-bara, gasoline atau diesel, merupakan pemicu utama karbon hitam hingga sekitar 60% per tahun di sekitar Kutub Utara. Sedangkan pembakaran biomassa seperti kebakaran hutan memicu karbon hitam khususnya pada musim panas. Tim riset dari Baylor University dipimpin oleh Rebecca Sheesley, Ph.D., associate professor lingkungan pada College of Arts & Sciences dan Tate Barrett, Ph.D, mahasiswa post-doctoral di University of North Texas (Amerika Serikat). (Science Daily, 20/2/2019).

“The Arctic is warming at a much higher rate than the rest of the globe. This climate change is being driven by air pollutants such as greenhouse gases and particles in the atmosphere. One of the most important components of this atmospheric particulate matter is black carbon, or soot. Black carbon directly absorbs incoming sunlight and heats the atmosphere. In snowy places, it also can deposit on the surface, where it heats the surface and increases the rate of melting,” ungkap  Rebecca Sheesley, Ph.D (Baylor University, 20/2/2019). 

Oleh: Servas Pandur