• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


‘Pabrik’ Kimia Air Di Bulan

Ketika satu partikel bermuatan (aliran plasma)—solar wind (angin matahari)—mengarah ke permukaan Bulan sekitar 450 km per detik atau hampir satu juta mil per jam, aliran partikel itu memperkaya kandungan zat yang dapat menghasilkan air. Begitu hasil riset tim ahli pada National Aeronautics and Space Administration (NASA) di Amerika Serikat, yang dirilis oleh  Journal of Geophysical Research: Planets edisi awal 2019 (O. J. Tucker, W. M. Farrell, R. M. Killen, D. M. Hurley, “Solar Wind Implantation Into the Lunar Regolith: Monte Carlo Simulations of H Retention in a Surface With Defects and the H 2 Exosphere”,  Journal of Geophysical Research: Planets, 2019).

“We're trying to learn about the dynamics of transport of valuable resources like hydrogen around the lunar surface and throughout its exosphere, or very thin atmosphere, so we can know where to go to harvest those resources. From previous research, we know how much hydrogen is coming in from the solar wind, we also know how much is in the Moon's very thin atmosphere, and we have measurements of hydroxyl in the surface. What we've done now is figure out how these three inventories of hydrogen are physically intertwined. The whole process is like a chemical factory,” ungkap ahli fisika dan ketua riset simulasi komputer proses kimia air di bulan, Orenthal James (O.J.) Tucker (JGR Planets, 20/2/2019).

Rosemary Margaret Killen, ahli fisika pada Goddard Space Flight Center (NASA) dan Dana M. Hurley, ahli planet pada Johns Hopkins University di Baltimore (Maryland) membantu riset simulasi ini. Riset ini didanai oleh Solar System Exploration Research Virtual Institute dari NASA.  Dengan menggunakan program komputer, tim ahli  NASA itu mensimulasi unsur kimiawi itu jika angin matahari mengalir ke permukaan Bulan. Jika Matahari mengalirkan proton-proton ke Bulan, partikel-partikel itu berinteraksi dengan elektron-elektron pada permukaan bulan, yang menghasilkan atom-atom hidrogen (H) (Science Daily, 20/2/2019).

Kemudian atom-atom ini berpindah melalui permukaan bulan dan terkunci ke dalam atom-atom oksigen (O) yang terikat dalam silica (SiO2) dan molekul-molekul pengikat oksigen lainnya, yang membentuk tanah bulan atau regolith—deposit-deposit superfisial yang sangat beragam dan longgar, menutup batuan (rock), seperti debu, tanah, batuan pecah, dan material lainnya di Bulan. Hidrogen dan oksigen membentuk molekul hydroxyl (OH), unsur air (H2O). Ini merupakan “pabrik” atau proses kimia air di bulan (Science Daily, 20/2/2019).

“We think of water as this special, magical compound. But here's what's amazing: every rock has the potential to make water, especially after being irradiated by the solar wind,” papar pembuat simulasi komputer proses kimiawi air di permukaan bulan, William M. Farrell, ahli fisika plasma pada Goddard Space Flight Center (NASA) di Greenbelt, Maryland (NASA/Goddard Space Flight Center, 20/2/2019).

 

Oleh: Servas Pandur