• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Mega-Vulkanik 580 Juta Tahun Silam Di Bumi

Sekitar 580 juta tahun silam, satu peristiwa mega-vulkanik mungkin memicu satu dari glasiasi terbesar (Gaskiers glaciation) dalam sejarah planet Bumi sehingga Bumi menjadi semacam bola-salju raksasa. Begitu hasil riset tim peneliti Heidelberg University di Jerman dan Centro de Investigación Científica y de Educación Superior de Ensenda (CICESE) di Meksiko terhadap batu-batuan basaltik (basaltic dike rocks) di Novillo Gneiss, negara bagian Tamaulipas (Meksiko) (University of Heidelberg, 20/2/2019).

Tim peneliti menemukan sisa-sisa batuan beku vulkanik raksasa dari aliran mega-lava pada lempengan kerak sepanjang Meksiko, Amerika Utara dan Eropa utara awal abad 21. Erupsi basaltik itu membentang pada area diameter ribuan kilometer. Asal usul dan komposisi isotop batu-batuan tanggul itu tidak terpisah dengan batu-batuan tanggul dari zona Kanada hingga Norwegia. Saat ini, batu-batuan itu merupakan sumber aliran lava yang telah lama terkikis atau erosi (Science Daily, 20/2/2019).

Vulkanisme merupakan suatu peristiwa alamiah yang melepas karbon dioksida gas rumah-kaca (CO2) ke dalam atmosfer. Pelapukan batuan-batuan silikat (silicate rocks) pada permukaan Bumi, menyerap CO2 atmosferik dan mengikatnya dalam batuan karbonat. “That guarantees long-term stability of Earth's temperate surface conditions in comparison to the hostile environment of its cosmic neighbours, hot Venus and cold Mars. At the end of the Proterozoic Eon, there were three worldwide glaciations. From space, the Earth would have resembled a snowball,” ungkap geolog Prof. Dr Axel K. Schmitt dari Institute of Earth Sciences, Heidelberg University (University of Heidelberg, 20/2/2019).

Tim peneliti Heidelberg berhasil menemukan butir-butir mineral mikroskopik baddeleyite (mineral zirconium dioxide) dari sampel-sampel di Meksiko. Baddeleyite mengkristal dalam magma sehingga menjadi indikator penentuan waktu volkanisme. Dengan metode resolusi tinggi spasial ion microprobe pada Institute of EarthSciences, usia mineral langka itu diperkirakan 619 juta tahun. Skala waktu ini sangat sesuai dengan waktu pembentukan batu-batuan di Kanada dan Norwegia. Tim peneliti menyimpulkan bahwa Gaskiers glaciation pada zona ini terjadi kira-kira 40 juta tahun kemudian (Science Daily, 20/2/2019).

Tumpahan-tumpahan mega-vulkanik 580 juta tahun silam itu memicu “large igneous provinces” – zona vulkanik raksasa—yang menimbulkan glasiasi skala global Snowball Earth. Pecahan massa lahan kontinen memicu pemanasan global skala waktu singkat. Kemudian, batuan lava itu menjadi fenomena atmosferik (cuaca) di Bumi. “The weathering process is especially intense at tropical latitudes. Over timescales of millions to tens of millions of years, the weathered rocks can sequester sufficient carbon dioxide to plunge Earth's climate into an extreme ice age,” ungkap Prof. Schmitt (University of Heidelberg, 20/2/2019).

Hasil riset itu dirilis oleh jurnal Geophysical Research Letters awal 2019 (Bodo Weber, Axel K. Schmitt, Alejandro Cisneros de León, Reneé González-Guzmán, “Coeval Early Ediacaran Breakup of Amazonia, Baltica, and Laurentia: Evidence From Micro-Baddeleyite Dating of Dykes From the Novillo Canyon, Mexico”, Geophysical Research Letters, 2019). 

Oleh: Servas Pandur