• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Strategi RI Jaya dan Adidaya Abad 21

Kamis (16/8/2018) di Jakarta, Presiden RI Joko Widodo merilis Pidato Kenegaraan di Depan Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Tahun 2018. “Sudah hampir empat tahun ini, Pemerintahan yang saya pimpin, berjuang memulihkan kepercayaan Rakyat melalui kerja nyata membangun Negeri, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, secara merata dan berkeadilan,” papar Presiden RI Joko Widodo (Humas Setkab RI, 16/8/2018).

Presiden RI Joko Widodo memilih fondasi infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM). “Fokus perhatian Pemerintah dalam empat tahun terakhir bukan hanya pembangunan infrastruktur. Sebagai Negara dengan jumlah penduduk hampir 260 juta jiwa, kita percaya bahwa masa depan Indonesia terletak pada kemampuan kita untuk mempersiapkan Manusia Indonesia yang maju dan unggul,” papar Presiden RI Joko Widodo di Depan Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2018 di Jakarta (Humas Setkab RI, 16/8/2018).

Menurut Dr. Aulia A. Rachman, SH, MSi, alumnus S3 bidang Hukum Tata Negara pada Fakultas Hukum, Universitas Indonesia (UI), Bangsa dan Negara RI dapat memimpin arus perubahan abad 21 dan meraih cita-cita kemerdekaan Bangsa jika membangun karakter kepemimpinan dan Bangsa (national-character-building) sesuai alinea IV Pembukaan UUD 1945.

“Setiap Bangsa dan Negara, selalu mengalami dan menghadapi perubahan; panta rhei, semua itu terus mengalir dan berubah; dulu, kini dan ke depan adalah perubahan. Dari London (Inggris) tahun 2017, PricewaterhouseCoopers (PwC) merilis perkiraan tata-ekonomi dunia bahwa tahun 2050, Negara RI termasuk empat negara dengan GDP terbesar di dunia; sejak 1980-an, dengan kecepatan 140 km per tahun, pusat gravitasi ekonomi dunia bergerak dari zona Atlantik menuju zona antara India dan Tiongkok tahun 2030. Secara strategis, respons terhadap perubahan tersebut ialah menentukan dasar dan arah perubahan, skala waktu dan 2 modal dasar : sumber alam dan SDM,” ujar Dr. Aulia A. Rachman, penulis disertasi  Sistem Pemerintahan Presidentil : Sebelum dan Sesudah Perubahan UUD 1945, kepada Staging-Point.Com di Sate Khas Senayan Jl. HOS Cokroaminoto Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (20/2/2019). 

Dr. Aulia A. Rachman merinci unsur-unsur strategis meraih cita-cita kemerdekaan Bangsa Indonesia dan merespons perubahan abad 21. “Untuk Bangsa dan Negara kita, para founding-fathers menyepakati dan merumuskan dasar dan arah perubahan dalam alinea IV Pembukaan UUD 1945, kidung segala zaman. Maka untuk memimpin perubahan, kita harus memperkuat karakter Bangsa kita, Pancasila sebagai way of life. Syair lagu Indonesia Raya mengajarkan kita: ‘bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya’. Kita belajar dari negara-negara Eropa dan Jepang yang menempatkan pendidikan karakter untuk daya-saing Bangsa dan Negara. Without character, we are nobody; watch our character for it becomes our destiny! Dari sisi waktu, selalu ada waktu. Kita dapat mengontrol arus perubahan abad 21, jika kita memperkuat karakter Bangsa dan kepemimpinan Negara RI berkedaulatan Rakyat sesuai amanat alinea IV Pembukaan UUD 1945. Maka perlu ada reformasi pendidikan kita untuk mempersiapkan generasi baru abad 21 khususnya berbasis pendidikan karakter seperti budi pekerti sejak usia dini, kompetensi, dan profesi,” ungkap  Dr. Aulia A. Rachman.

Sabtu (12/2/2019) di  Pusdiklat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,  Sawangan, Depok Jawa Barat, Presiden Joko Widodo membuka Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan. “Selama empat setengah tahun ini, kita fokus, kita konsentrasi, anggaran kita juga titiknya menuju ke sana, yaitu pembangunan infrastruktur... kita mulai tahun ini dan mungkin tahun depan akan besar-besaran refocusing anggaran untuk masuk bergeser kepada pembangunan Sumber Daya Manusia. Apa yang kita kerjakan? Vocational training, vocational school, politeknik, upgrading skill, BLK pondok pesantren,” papar Presiden Joko Widodo (Setkab RI, 12/2/2019).

Minggu (25/11/2018) di Palembang Sport and Convention Center, Palembang (Sumatera Selatan), Presiden RI Joko Widodo merilis prioritas pembangunan Desa Negara RI tahun 2019. “Pembangunan yang selama ini telah kita kerjakan dalam empat tahun ini, memang orientasinya kita ubah, kita balik, pembangunan dimulai dari desa...Jadi sampai tahun ini sudah Rp 187 triliun kita gelontorkan ke desa-desa, sebanyak 74.000 desa yang ada di seluruh tanah air ini, 74.000 kurang lebih,” ujar Presiden RI Joko Widodo (Humas Setkab RI, 25/11/2018). Selama 2015-2018, menurut Presiden RI Joko Widodo, aliran Dana Desa menghasilkan pembangunan 123.000 km jalan desa, 11.500 Posyandu, 18.100 PUAD (Pendidikan Anak Usia Dini), 6.500 pasar desa, 791.000 m jembatan desa, 28.000 unit irigasi, 1.900 embung, dan 26.000 BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) (Humas Setkab RI, 25/11/2018). 

Oleh: Mufrida (Jakarta)