• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Peta Gen & Taksonomi Lada Berbagai Negara

Saat ini awal abad 21, lada segar (fresh pepper) dibudi-daya di sekitar 126 negara dan lada kering (dried pepper) di sekitar 70 negara. Nilai total perdagangan lada segar di seluruh dunia berkisar 30 miliar dollar AS per tahun dan lada kering sekitar 3,8 miliar dollar AS per tahun. Data arkeologis menunjukkan bahwa penggunaan spesies Capsicum sebagai rempah kira-kira sejak tahun 5.500 pra-Masehi. Tanaman ini pertama kali diperkenalkan oleh Christopher Columbus ke Eropa sekitar abad 15 M. Sejak itu, lada atau merica menyebar ke zona Afrika dan Asia melalui rute-rute perdagangan maritim dari Spanyol dan Portugal. Sejak itu, lada menjadi komoditi mahal dalam perdagangan global (Science Daily, 20/2/2019).

Begitu antara lain hasil riset ahli tanaman hortikultura Dr. Robert Jarret pada Agricultural Research Service, Plant Genetic Resources Unit (United States Department of Agriculture/USDA), dan tim peneliti beranggotakan 18 ahli dari berbagai negara  khususnya Argentina, Brazil, Taiwan, Meksiko, Italia, Hungaria, Austria, dan Amerika Serikat, untuk meneliti dan mengkaji fenomena keragaman lada atau merica (spesies Capsicum) (American Society for Horticultural Science, 20/2/2019).

“In today's hyper-focused world of specialization, this review article attempts to provide the reader with a multi-disciplinary overview of international research efforts with Capsicum. It is hoped that this review will inform the reader and also inspire increased interest and collaboration among scientists to address the many questions regarding the botany, physiology, genetics, genomics, etc., of this important crop plant (and its related taxa) that remains to be answered,” ungkap Robert Jarret (American Society for Horticultural Science, 20/2/2019).

Tim ahli itu meneliti dan mengkaji taksonomi, asal-usul genetik dan cytogenic spesies Capsicum (lada). Tim ahli meneliti dan mengkaji pula mutasi-mutasi gen untuk menjelaskan rute-rute biosintetik karotenoid (carotenoid biosynthetic) dan prosesnya, biosintesis kapsaikinoid (capsaicinoid biosynthesis), dan seluruh sekuens genomenya. Saat ini, Asia membudi-daya sekitar 65% produksi lada dunia, Amerika sekitar 13,3%, Eropa sekitar 11,9%, dan Afrika sekitar 10,1% dari total produksi lada dunia (Science Daily, 20/2/2019).

Analisis molekul dan cytological/karyological kini menyediakan banyak informasi dan pengetahuan baru tentang relasi-relasi gen dan taksonomi lada. Bank gen kini menyediakan bahan mentah pertumbuhan tanaman. Misalnya, koleksi plasma nutfah lada menyediakan benih beragam buah dan jenis tanaman serta taksa untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman atau melayani kebutuhan riset. Saat ini dua koleksi plasma nutfah Capsicum terbesar, World Vegetable Center di Taiwan dan USDA di Griffin, Georgia (Amerika Serikat), merawat koleksi aktif masing-masing dari 8264 dan 4953 jenis.

Hasil riset tim ahli itu dirilis oleh jurnal Journal of the American Society for Horticultural Science edisi akhir Februari 2019) (Robert L. Jarret, Gloria Estela Barboza, Fabiane Rabelo da Costa Batista, Terry Berke, Yu-Yu Chou, Amanda Hulse-Kemp, Neftali Ochoa-Alejo, Pasquale Tripodi, Aniko Veres, Carolina Carrizo Garcia, Gabor Csillery, Yung-Kuang Huang, Erzsebet Kiss, Zsofia Kovacs, Mihaly Kondrak, Magda Lisette Arce-Rodriguez, Marisel A. Scaldaferro, Antal Szoke, “Capsicum—An Abbreviated Compendium”,  Journal of the American Society for Horticultural Science, 2019). 

Oleh: Servas Pandur