• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Cara Tanaman Menyimpan Air

Tanaman-tanaman mengembangkan rute-rute sinyal rumit melalui daun untuk mengoptimalkan lebar bukaan stomata (pori-pori kecil di daun) sesuai keadaan lingkungannya. Misalnya, ketika merespons perubahan ketersediaan cahaya, karbon dioksida, dan air, daun-daun dapat membuka atau menutup pori-porinya (Science Daily, 21/2/2019).

Karena itu, stomata memiliki pengaruh besar terhadap keadaan planet bumi. Misalnya, melalui stomata, tanaman menyerap karbon dioksida (CO2) menjadi karbohidrat dan melepaskan oksigen (O2) serta kehilangan air jika stomata terbuka dengan risiko tanaman menjadi kering (Science Daily, 21/2/2019).

Begitu hasil riset Dr. Frances Sussmilch, Profesor Jörg Schultz, Profesor Hedrich, dan Dr. Rob Roelfsema dari Julius-Maximilians-Universität Würzburg (JMU) di Bavaria, Jerman, yang dirilis oleh jurnal Trends in Plant Science edisi awal 2019 (Frances C. Sussmilch, Jörg Schultz, Rainer Hedrich, M. Rob G. Roelfsema, “Acquiring Control: The Evolution of Stomatal Signalling Pathways,” Trends in Plant Science, 2019).

Hasil riset ini bermanfaat dan relevan untuk sektor agrikultur.  Misalnya, tanaman-tanaman yang dapat mengelola dan merespons keadaan kurang air, dapat membuat agrikultur lebih sustainabel. Karena itu, tim ahli JMU meneliti dan mengkaji cara tanaman-tanaman mengontrol keseimbangan air. Lagi pula, sebagian besar air yang disuplai melalui sistem irigasi ke sektor pertanian, selalu hilang melalui pori-pori stomata. Untuk merespons perubahan iklim akhir-akhir ini, varietas tanaman yang dapat mengatasi kekeringan, sangat dibutuhkan atau dicari oleh sektor-sektor pertanian (Science Daily, 21/2/2019).

 “We are currently collecting and analyzing data from different plant species. Knowledge about the evolution of these signalling pathways could feed into breeding efforts to develop crops that can grow with less water,” papar Profesor Hedrich (University of Würzburg, 21/2/2019).

Tim ahli JMU itu merekonstruksi sejarah evolusi gen-gen penting yang dapat mengendalikan pergerakan buka dan tutup dari pori-pori daun (stomata) pada tanaman berbunga. Hasilnya, sebagian besar gen ini berasal dari famili gen tua pada semua kelompok tanaman, termasuk ganggang hijau (green algae). Tim ahli itu juga menemukan bahwa beberapa gen tertentu yang mengendalikan buka dan tutup pori-pori daun sebagai respons terhadap perubahan cahaya dan karbon dioksida, mungkin hanya tumbuh dan berkembang pada tanaman benih atau tanaman berbunga, setelah gen-gen itu terpisah dalam proses evolusi dari leluhur yang sama dengan pakis (Science Daily, 21/2/2019). 

Oleh: Servas Pandur