• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


‘Camera-trap’ Jarak-Jauh Pelajari Interaksi Spesies

Interaksi spesies-spesies fauna, sering sangat rumit dan dapat mempengaruhi kebiasaan makan, penularan penyakit, dan survivalnya. Kini ahli lingkungan Jürgen Niedballa dan koleganya (2019) dari Leibniz Institute for Zoo and Wildlife Research (Leibniz-IZW) di Jerman dan  University of California, Davis (UC Davis) di Amerika Serikat, menggunakan cepis-cepis jarak jauh seperti kamera-kamera khusus guna mempelajari interaksi spesies-spesies pada ruang dan skala waktu tertentu (Forschungsverbund Berlin, 22/2/2019).

Tujuan studi ilmiah itu antara lain menciptakan satu kerangka kerja ilmiah bagi para peneliti di berbagai negara guna melacak dan mempelajari pola interaksi spesies fauna berdasarkan data terekam dalam cepis-cepis kamera jarak jauh atau kamera perangkap (camera-trap data). Tim ahli itu menggunakan simulasi komputer guna menemukan metode analisis data interaksi spesies berbasis data kamera-jarak jauh (Science Daily, 22/2/2019).

“Identifying which statistical tool is the most sensitive was one of the main goals of our work, as we are aware how challenging it can be to collect large datasets under natural conditions, even with camera traps”, papar Alexandre Courtiol, Ph.D, peneliti dari Leibniz-IZW dalam studi ilmiah ini (Forschungsverbund Berlin, 22/2/2019).

Hasil riset itu dirilis oleh jurnal Remote Sensing in Ecology and Conservation edisi Febuari 2019 (Jürgen Niedballa, Andreas Wilting, Rahel Sollmann, Heribert Hofer, Alexandre Courtiol, “Assessing analytical methods for detecting spatiotemporal interactions between species from camera trapping data,” Remote Sensing in Ecology and Conservation, 2019).

Hasil studi ilmiah itu menemukan bahwa beragam cara interaksi spesies-spesies fauna. Misalnya, banyak interaksi mamalia bersifat detrimental dengan sekurang-kurangnya satu dari spesies-spesies mamalia, misalnya dalam interaksi predasi atau penularan penyakit. Misalnya, satu spesies (misalnya mangsa) memilih untuk menghindar dari spesies lainnya (misalnya predator atau pemangsa) (Science Daily, 22/2/2019).

Tim peneliti itu memusatkan studi dua situasi yakni (1) penghindaran ruang, misalnya mangsa menghindari dari predator dengan bergerak ke tempat lain, (2) penghindaran waktu, misalnya mangsa menghindari waktu bersamaan pada satu lokasi dengan predator. “We show that for many realistic scenarios many records are needed to produce trustworthy results, but I am optimistic: we can achieve this by standardizing data collection and combining datasets from multiple studies. In short, we must collaborate,” ungkap Alexandre Courtiol, Ph.D (Forschungsverbund Berlin, 22/2/2019). 

Oleh: Servas Pandur