• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Peta Baru Keragaman Spesies Pohon Di Dunia

Berdasarkan data dari berbagai sumber, Dr. Petr Keil dan Profesor Jonathan M. Chase (2019) dari German Centre for Integrative Biodiversity Research (iDiv) dan Martin Luther University Halle-Wittenber di Jerman, membuat satu peta keragaman-hayati dunia tentang jumlah spesies-spesies pohon (German Centre for Integrative Biodiversity Research (iDiv) Halle-Jena-Leipzig, 20/2/2019)

Imej satelit dapat mengatasi beberapa kesenjangan data, misalnya, menyusun dan menyatukan informasi zona tutupan hutan (forest-cover); namun teknik-teknik imej satelit ini juga memiliki keterbatasan. Dr. Petr Keil, ketua studi ilmiah ini, menjelaskan : “We don't have to just count the trees, we also need to identify what species they are. In the tropics, we find hundreds of different tree species in a single hectare. We can identify these only on site. Therefore, most areas haven't been surveyed for biological diversity - and probably never will be.” (German Centre for Integrative Biodiversity Research (iDiv) Halle-Jena-Leipzig, 20/2/2019)

Keragaman-hayati adalah harta sangat berharga dan agung di planet bumi. Dengan peta baru keragaman-hayati spesies-spesies pohon itu, Dr. Petr Keil dan Profesor Jonathan Chase (2019) dapat memetakan faktor pendorong distribusi kekayaan spesies pohon di seluruh dunia. Meskipun iklim berperan sentral, namun jumlah spesies pohon di zona-zona tertentu juga bergantung pada skala spasial observasi itu. Hasil riset ini dapat membantu peningkatan upaya pelestarian pohon di seluruh dunia (Science Daily, 20/2/2019).

Tahap awal Dr. Keil dan Profesor Jonathan Chase menghimpun dan menyusun daftar 1.000 spesies pohon dari hasil survei berbagai studi selama ini di zona hutan tertentu atau hutan berbagai negara. Pada sebagian besar negara, dapat diketahui spesies pohonnya, meskipun tidak selalu tepat atau akurat dan sering tidak jelas, apakah spesies pohon tertentu langka atau banyak jumlahnya. Hasil riset Dr. Petr Keil dan Profesor Jonathan Chase (2019) dirilis oleh jurnal Nature Ecology and Evolution edisi Februari 2019 (Petr Keil, Jonathan M. Chase, “Global patterns and drivers of tree diversity integrated across a continuum of spatial grains”, Nature Ecology & Evolution, 2019).

Untuk menghitung jumlah spesies pohon pada ruang-ruang kosong yang luas pada peta, Dr. Keil dan Profesor Jonathan Chase mengembangkan suatu model statistik.  Metode statistik itu memadukan informasi yang tersebar pada berbagai sumber tentang zona-zona yang disurvei di berbagai negara dan menggabungkan data yang sudah ada tentang faktor-faktor lingkungan misalnya iklim. Hasilnya, satu peta lengkap tentang keragaman-hayati di setiap zona hutan seluruh dunia (Science Daily, 20/2/2019).

“It was like a 1000-piece puzzle that we only had a few pieces of, and we didn't even know what the big picture was. With our approach, we were able to calculate the missing pieces and put the puzzle together. .. If you're standing in a forest counting the number of species around you, you might not even notice the difference between China and other climatically similar areas. However, when you move from one site to the next and add up species observed across many sites, the difference really pops out,” ungkap Profesor Jonathan Chase (German Centre for Integrative Biodiversity Research (iDiv) Halle-Jena-Leipzig, 20/2/2019).

Oleh: Servas Pandur