• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Spesies Burung & Keutuhan Ekologis Hutan Lindung

Hutan-hutan perlu dipantau dan dikelola secara hati-hati guna merawat keutuhan atau integritas ekologisnya. Karena hanya melindungi hutan-hutan skala kecil, belum tentu merawat keragaman spesies burung-burung pada hutan tersebut dalam waktu jangka panjang (Rutgers University, 20/2/2019).

Begitu kesimpulan riset tim ahli dari Rutgers University di Amerika Serikat, yang dirilis oleh jurnal Biodiversity and Conservation edisi Februari 2019 (Jeffrey A. Brown, Julie L. Lockwood, Julian D. Avery, J. Curtis Burkhalter, Kevin Aagaard, Katherine H. Fenn, “Evaluating the long-term effectiveness of terrestrial protected areas: a 40-year look at forest bird diversity”, Biodiversity and Conservation, 2019).

“We argue that there must be a greater emphasis on monitoring and managing protected areas to achieve conservation goals,” ungkap Jeffrey Brown, mahasiswa doktoral dan lead-author studi ilmiah ini anggota Lockwood Lab di Department of Ecology, Evolution, and Natural Resources pada  Rutgers University-New Brunswick di Amerika Serikat.

Jeffrey A. Brown et al (2019) meneliti zona hutan ek (pohon tarbantin) hikori seluas 64 ha, satu dari jenis hutan dan pohon lindung dari rekreasi atau pengembangan-- sejak Desember 1976 dijadikan ‘National Natural Landmark’ di Amerika Serikat--di William L. Hutcheson Memorial Forest, Franklin Township, Somerset County, New Jersey di Amerika Serikat.  Selama ini, tidak banyak diketahui tentang manfaat wilayah-wilayah hutan lindung guna mencegah risiko kepunahan spesies-spesiesnya. Bahkan nyaris tidak diketahui pula keragaman-hayati jangka panjang pada wilayah-wilayah hutan lindung skala kecil seperti William L. Hutcheson Memorial Forest, New Jersey.

Meskipun hutan tua (old growth forest) dataran tinggi William L. Hutzcheson Memorial Forest di tengah New Jersey (Amerika Serikat), mungkin saja dapat menjadi zona ideal bagi banyak spesies burung, namun sekitar 9 (sembilan) spesies burung ternyata tidak lagi bersarang di sana. Spesies burung itu antara lain spesies Seiurus aurocapilla dan spesies Setophaga ruticlla yang pernah mudah terlihat di zona hutan itu (Science Daily, 20/2/2019).

William L. Hutzcheson Memorial Forest dengan total seluas 200 ha adalah contoh langka hutan yang dikelola secara alamiah dan berfungsi sebagai laboratorium ekologi studi jangka panjang. Rata-rata pohon ek putih berusia  235 tahun di sana. Beberapa pohon ek mati dalam dua dekade terakhir, berusia 350 tahun. Hutan itu juga termasuk satu dari ribuan hutan lindung skala kecil di seluruh dunia (Science Daily, 20/2/2019).

Profesor Jeff Swineborad dan timnya dari Rutgers University (Amerika Serikat) pernah menangkap dan mengikat burung tiap tahun selama 1960-1967 di William L. Hutcheson Memorial Forest. Profesor Julie L. Lockwood dari Department of Ecology, Evolution, and Natural Resources (Rutgers University) dan timnya juga menangkap dan mengikat burung tiap tahun selama 2009-2015 (Science Daily, 20/2/2019).

“All of the evidence suggests that the forest has become less suitable habitat for several bird species over time, despite having protected status. In particular, migratory birds and those that nest on the ground were the most likely to be lost from the forest, while a few other groups such as woodpeckers have become more common,” ungkap Profesor Julie L. Lockwood (Rutgers University, 20/2/2019). 

 

 

 

 

 

Oleh: Servas Pandur