• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Cara Lebih Cepat-Tepat Pantau Kekeringan

Ahli lingkungan James S. Clark, Bijan Seyednasrollah, dan Jean-Christophe Domec pada Duke University di Amerika Serikat, mengembangkan metode baru pantau kekeringan dengan menggunakan pengukuran tekanan thermal – perbedaan suhu udara dan permukaan pada satu lokasi – sebagai indikator kekeringan. Metode ini jauh lebih cepat dan lebih tepat memantau tanda-tanda kekeringan sehingga upaya konservasi atau langkah-langkah antisipasi dapat dilakukan sejak dini guna membatasi risiko kekeringan (Duke University, 4/3/2019).

“By combining surface and air temperature measurements from thousands of weather stations and satellite images, we can monitor current conditions across an entire region in near real time and identify the specific places where drought-induced thermal stress is occurrin. Other methods now in use are based on data that can take a month or longer to become available. That means scientists or managers may not know a region is in drought until well after the conditions actually begin,” ungkap James S. Clark, Nicholas Professor bidang Environmental Sciences pada Nicholas School of the Environment, Duke University.

Penemuan metode pantau kekeringan itu dirilis oleh jurnal Agricultural and Forest Meteorology edisi Februari 2019 (Bijan Seyednasrollah, Jean-Christophe Domec, James S. Clark, “Spatiotemporal Sensitivity of Thermal Stress for Monitoring Canopy Hydrological Stress in Near Real-time”, Agricultural and Forest Meteorology, 16/2/2019).

“This led us to speculate that the canopy-atmosphere differential could provide a simple but highly accurate indicator of drought-induced water stress on a continental scale during warm and dry seasons, when the threat of wildfires and other impacts is most severe and timely monitoring is essential,” papar Bijan Seyednasrollah, ketua studi ilmiah ini sebagai bagian dari riset doktoral dan disertasinya pada Nicholas School, Duke University (Duke University, 4/3/2019).

Untuk menguji hipotesa studi ilmiah doktoralnya, Bijan Seyednasrollah menggunakan pengukuran tekanan panas dari ribuan situs tentang kondisi kekeringan berkepanjangan selama 15 tahun terakhir di Amerika Serikat. Bijan Seyednasrollah menggunakan uji hipotesa serupa yang menggunakan indeks-indeks kekeringan guna melihat metode yang menghasilkan gambaran sangat mendekati catatan historis kekeringan di Amerika Serikat (Science Daily, 4/3/2019).

Clark dan koleganya kini membuat situs Internet Drought Eye yang bebas dan mudah diakses oleh masyarakat. Situs ini menyediakan pemetaan lokasi-lokasi kekeringan di seluruh Amerika Serikat berbasis data tekanan thermal (thermal stress) terbaru. Metode baru pantau kekeringan itu akan sangat bermanfaat saat ini ketika lebih dari 2 (dua) miliar penduduk planet bumi selalu terkena risiko kebakaran hutan, nestapa lingkungan dan risiko ekonomi akibat kekeringan (Science Daily, 4/3/2019). 

Oleh: Servas Pandur